Pemantauan SPBU di Sleman, Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Area Manager Communication Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah dan DIY, Taufiq Kurniawan, menjelaskan peningkatan antrean Pertalite belakangan ini dipengaruhi pergeseran pilihan konsumen.
Ia menyebut, sebelumnya Pertamax memiliki pangsa pasar sekitar 25 persen di Yogyakarta. Namun, belakangan terjadi pergeseran konsumsi ke Pertalite yang mengalami pertumbuhan sebesar 7 persen.
"Konsumen yang tadinya itu di Jogja 25 persen market share-nya itu Pertamax, tapi sekarang bergeser, Pertalitenya tumbuh 7 persen, sehingga dalam kondisi ini mau gak mau antrean itu akan bertambah karena peningkatan permintaan," jelas Taufiq.
Meski terjadi peningkatan permintaan, Pertamina memastikan persediaan BBM masih mencukupi. Berdasarkan data yang disampaikan Taufiq pada Kamis (22/10/2026), stok sejumlah produk energi berada pada tingkat berikut:
Pertalite: 7 kali lipat konsumsi normal.
Solar: 14 kali lipat konsumsi normal.
LPG: 4 kali lipat konsumsi normal.
Pertamax: 19 kali lipat konsumsi normal.
Pertamax Turbo: 34 kali lipat konsumsi normal.
Taufiq menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir meskipun terjadi antrean di sejumlah SPBU. Ia meminta konsumen membeli BBM sesuai kebutuhan sehari-hari dan tidak melakukan pembelian berulang untuk dijual kembali.
"Meskipun ada antrean, masyarakat tidak perlu khawatir, tetap membeli sesuai kebutuhan karena barangnya pasti ada," ujarnya.