Makam Leluhur Terimbas Tol Jogja-Solo di Sleman Segera Direlokasi

- Makam Kyai Kromo Ijoyo akan direlokasi pekan depan karena terdampak pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo.
- Proses relokasi melibatkan pemindahan makam ke lahan Tanan Kasultanan seluas 200 meter persegi dan bangunan sekolah SDN Nglarang di Tlogoadi.
- Pihak pengembang siap membangun ulang sekolah yang terdampak pembangunan infrastruktur jalan tol, dengan target selesai dalam enam bulan.
Sleman, IDN Times - Makam Kyai Kromo Ijoyo yang terdampak pembangunan jalan Tol Yogyakarta-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman segera direlokasi. Humas PT Adhi Karya pembangun Tol Yogya-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, menuturkan Makam Kyai Kromo Ijoyo yang berlokasi di Tirtoadi kemungkinan bisa dipindahkan pekan depan.
"Kalau relokasi makam Insyaallah minggu depan kita putuskan, ini barusan meeting," kata Agung, Kamis (11/7/2024).
1. Dipindah ke lahan SG

Sebagai informasi, Makam Kyai Kromo Ijoyo dipercaya sebagai tempat peristirahatan terakhir leluhur di desa Ketingan, Tirtoadi. Kyai Kromo Ijoyo alias Mbah Celeng konon adalah penghuni pertama di wilayah tersebut.
Agung melanjutkan, pihaknya akan segera menentukan hal-hal teknis menyangkut pemindahan makam ke lahan Tanan Kasultanan atau Sultan Ground (SC) seluas 200 meter persegi masih di area Tirtoadi.
"Di Ketingan juga, status tanah kas desa, SG," jelas Agung.
2. Sekolah terimbas masih tunggu tanah pengganti

Selain makam, ada pula bangunan sekolah terimbas proyek, yakni SDN Nglarang di Tlogoadi. Bangunan sekolah memang hampir seluruhnya atau sekitar 90 persen terkena proyek tol.
Menurut Agung, relokasi SD tersebut masih menunggu proses lelang. Tanah pengganti untuk sekolah itu tapi sudah disiapkan.
"Kalau (relokasi) SD nunggu lelang untuk pengerjaannya, pengerjaannya kan dilelang nanti," bebernya.
3. Siap bangun ulang gedung baru, enam bulan selesai

Sebelumnya, Agung menyebut pihak pengembang siap membangun ulang sekolah yang terdampak pembangunan infrastruktur jalan tol. Menurutnya, fasilitas umum terdampak pembangunan tol memang harus diganti dengan bangunan yang sama.
"Jelas siap (bangun gedung pengganti), kan itu amanat. Jadi itu kan fasilitas umum yang harus kita ganti, dengan harapan secara gedung lebih baik lagi," kata Agung, Kamis (20/6/2024) petang.
Agung menerangkan, sembari menanti proses administrasi tanah pengganti yang diurus di Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Kabupaten Sleman, pengembang tol menyusun Detail Engineering Design (DED) gedung sekolah baru SDN Nglarang. Agung membeberkan, sesuai rencana maka pembangunan gedung baru SDN Nglarang ditargetkan selesai enam bulan terhitung dari masuknya proyek ke area lahan pengganti.