Kemenag DIY Minta Calon Haji Tak Kebanyakan Pamitan Sebelum Berangkat

- Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY mengingatkan calon jemaah haji untuk menjaga kesehatan dan tidak menggelar acara berlebihan pada H-7 pemberangkatan.
- Calon jemaah haji diingatkan bahwa kondisi cuaca di Indonesia dan Arab Saudi sangat berbeda, dengan suhu udara diprediksi sekitar 40-50 derajat.
- Jumlah jemaah haji dari DIY tahun ini berjumlah 3.201 orang, mereka akan diberangkatkan mulai tanggal 19-22 Mei 2025 dan tidak ada haji mandiri yang menggunakan visa non-haji.
Yogyakarta, IDN Times - Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Kemenag DIY) mengingatkan pada para calon jemaah haji asal DIY untuk menjaga kesehatan dan tidak menggelar acara berlebih saat memasuki H-7 pemberangkatan. Kesiapan fisik menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum keberangkatan.
“Mohon betul saya sering sampaikan untuk calon jemaah haji siapa pun untuk menghindari aktivitas berlebihan pada H-7. Seperti pamitan sana sini, itu kan terlalu melelahkan, masuk asrama tiba-tiba kelelahan, tensi naik dan lain sebagainya,” ujar Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag DIY, Jauhar Mustofa, Sabtu (3/5/2025).
1.Ingatkan calon jemaah jaga kesehatan

Jauhar juga mengimbau kepada para calon jemaah haji tidak banyak aktivitas berlebihan atau berpergian jauh. Jika ingin mengadakan syukuran, ia mengimbau untuk mengadakannya setelah pulang dari Tanah Suci. “H-7 ini himbauan keras saya, jangan banyak aktivitas pamitan. Ini sudah era modern, bisa telepon atau WA,” ujar Jauhar.
Jauhar juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca di Indonesia dan Arab Saudi sangat berbeda. Di bulan Juni dan Juli nanti juga diprediksi memasuki cuaca ekstrem. Suhu udara diprediksi sekitar 40-50 derajat.
“Memang ini harus kita siapkan jemaah kita. Kalau di Tanah Air mau jalan 2-3 km masih bisa kuat. Negara lain, iklim cuaca beda. Kesehatan yang utama, sehingga kesehatan bisa mendukung seluruh tahapan ibadah,” ucap Jauhar.
2.Ribuan calon jamaah haji

Jauhar menyebut pada tahun ini jemaah haji dari DIY berjumlah 3.201 jemaah. Mereka akan diberangkatkan mulai tanggal 19–22 Mei 2025. Para jemaah akan dibagi nantinya dalam 10 kloter. Mereka juga akan didampingi oleh sejumlah petugas.
Ia juga menegaskan bahwa dalam penyelenggaraan haji, tidak ada haji mandiri atau yang berangkat sendiri, tidak menggunakan visa haji. “Mulai tahun kemarin ada Razia di hotel yang menggunakan visa non haji. Jadi harus visa haji, visa umroh, visa ziarah dan yang lain gak bisa. Bisa mengganggu kekhusyukan haji yang resmi yang diizinkan,” ungkap Jauhar.
3.Ingatkan menggunakan visa haji
Salah seorang penanggung jawab ibadah haji khusus 2025, Asep I Sudrajat, mengatakan Pemerintah Arab Saudi cukup ketat dalam aturan visa ini. Disebutnya jemaah haji yang datang tanpa visa haji resmi tidak akan bisa mengakses wilayah Masya’ir al-Haram seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Padahal kawasan tersebut tempat-tempat yang menjadi inti pelaksanaan ibadah haji.
Asep mengungkapkan kasus deportasi yang tidak memiliki visa haji beberapa tahun belakangan juga terjadi. Bahkan disebutnya mengalami peningkatan. “Tahun-tahun kemarin banyak yang menggunakan visa bisnis, visa tenaga kerja dan yang lainnya. Tahun lalu memang sudah diperketat,” ujar Asep.
Asep mengungkapkan berbagai pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting, agar masyarakat tidak tertipu. “Visa ziarah, turis tidak berlaku juga untuk haji. Saudi sudah punya sistem digital yang sangat terintegrasi. Siapa pun yang tak terdaftar, dalam sistem haji mereka, tidak akan mendapat akses. Bahkan bisa ditangkap, dideportasi, atau dikenai denda,” ujar dia.