Wonosobo, IDN Times — Mengelola hotel di tengah potensi pariwisata yang besar, tetapi belum sepenuhnya didukung infrastruktur memadai, menjadi tantangan tersendiri bagi Antonius R. Sembodo, General Manager ARTOTEL Wanasaba. Di tengah persaingan industri perhotelan dan perubahan perilaku wisatawan, ia berupaya membawa hotel untuk berkembang dengan mengandalkan pelayanan, penguatan identitas lokal, hingga peluang pengembangan wisata kebugaran atau wellness tourism.
Bagi Antonius, mengelola hotel bukan sekadar memastikan kamar terisi dan operasional berjalan. Industri perhotelan menuntut kesiapan melayani tamu selama 24 jam, sekaligus menghadapi berbagai keluhan yang tidak selalu mudah ditangani.
Pengalaman panjangnya di dunia perhotelan dimulai tahun 1995, membentuk pandangan bahwa kepuasan tamu merupakan salah satu pencapaian terpenting dalam pekerjaannya. Memulai karier dari bidang food and beverage service, kemudian beralih ke front office sebagai resepsionis, Antonius tumbuh melalui berbagai jenjang pekerjaan hingga dipercaya memimpin operasional hotel.
“Pekerjaan kita 24 jam siap untuk melayani tamu, menangani keluhan tamu. Saya selama 30 tahun belum pernah Natalan dan Tahun Baru libur, pasti kerja,” ungkap Antonius kepada IDN Times, Rabu (14/10/2026).
Ia menyadari, bekerja di hotel memiliki konsekuensi berupa waktu kerja yang tidak selalu sejalan dengan hari libur keluarga. Namun, tantangan tersebut tetap dijalaninya karena kepuasan dalam memberikan pelayanan kepada orang lain menjadi motivasi tersendiri.
Menurut dia, keberhasilan membuka hotel dari tahap awal, membangun operasional, hingga memperoleh pengakuan dari pemilik merupakan pencapaian yang nilainya melampaui sekadar materi. “Yang membuat orang lain bahagia bagi saya itu berbeda dibandingkan uang,” ujarnya.
