Comscore Tracker

Tantangan Pencatatan Warisan Budaya: Sulit Lacak Asal-usul

Pemda DIY mendorong pendataan yang lebih baik

Yogyakarta, IDN Times - Sulitnya proses pelacakan asal-usul warisan budaya, menjadi tantangan untuk mencatat atau mendapat sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTb). Untuk itu, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong pendataan yang lebih baik. 

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan Pemda DIY berupaya tidak sekadar merawat untuk mendapatkan sertifikat. Lebih dari itu, menurut Sultan untuk mendapatkan sertifikat itu tidak mudah.

"Dalam arti harus ada proses sendiri, yang mau kita usulkan. Produk makin lama ke belakangnya makin susah mencari asal-usul gitu lho," kata Sultan, Selasa (27/9/2022).

1. Manajemen pengorganisasian yang lebih baik

Tantangan Pencatatan Warisan Budaya: Sulit Lacak Asal-usulPerayaan Warisan Budaya Tak Benda DIY Tahun 2022, di Gedung Pracimasana, Selasa (27/9/2022).

Pelacakan sumber-sumber menjadi tantangan, bahkan untuk mencari arsip foto tidak mudah. "Kalau kita kesulitan ke situ ya lebih baik dengan kebijakan pemerintah itu, kita yang menertibkan diri dalam sistem manajemen pengorganisasi pemerintah daerah, baik kabupaten/kota, untuk lebih bisa tertib dari awal," kata Sri Sultan HB X, seusai Perayaan Warisan Budaya Tak Benda DIY Tahun 2022, di Gedung Pracimasana.

Diharapkan Sultan, dengan pendataan dan perekaman yang lebih baik, akan lebih mudah ketika didaftarkan dan mendapat sertifikat.

"Kita coba, dinas ini melakukan wawancara seniman-seniman yang ada. Kalau yang sudah tidak ada, kita cari lingkungan sekitarnya," kata Sri Sultan HB X.

Baca Juga: DPTR DIY: Pemanfaatan Puluhan Tanah Desa Belum Sesuai Izin

2. Dorong dinas memiliki rekaman seniman budayawan

Tantangan Pencatatan Warisan Budaya: Sulit Lacak Asal-usulPerayaan Warisan Budaya Tak Benda DIY Tahun 2022, di Gedung Pracimasana, Selasa (27/9/2022). (Istimewa/Pemda DIY).

Tidak hanya sekadar mereka yang sudah mendapat penghargaan yang terekam. Namun, Sri Sultan HB X juga mendorong Dinas Kebudayaan juga memiliki rekaman terhadap seniman dan budayawan secara umum.

"Tidak hanya sekadar mereka yang sudah mendapatkan penghargaan, sebagai salah satu budayawan atau seniman. Semua harus kedata, dengan harapan kita ada kemudahan, dalam kita berproses untuk berkesenian, bertradisi atau sebagainya," ucap Sri Sultan.

3. Inspirasi pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya

Tantangan Pencatatan Warisan Budaya: Sulit Lacak Asal-usulPerayaan Warisan Budaya Tak Benda DIY Tahun 2022, di Gedung Pracimasana, Selasa (27/9/2022). (Istimewa/Pemda DIY)..

Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Irjen Kebudayaan Kemendikbudristek RI, Yudi Wahyudin, mengatakan penetapan WBTb melingkupi mulai dari perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, sampai pembinaan. Kegiatan penetapan ini sendiri diawali dari hulu sampai hilir, yakni pendataan, penelitian, pengkajian, verifikasi hingga pengecekan lapangan dan lainnya.

“Beberapa objek memang sebagian pelakunya sudah wafat, tetapi kita eksplorasi sampai didapatkan data yang valid dan sah untuk diajukan ke tim ahli WBTb. Penetapan ini bermakna tidak hanya kehadiran pemerintah dalam rangka melindungi WBTb, tetapi juga sebagai upaya kami untuk mengumpulkan sumber daya budaya sebagai aset bangsa,” ujarnya.

Yudi menuturkan, data kebudayaan yang valid bisa mendukung dunia pendidikan, penguatan pendidikan karakter, dan bisa juga dijadikan data sumber-sumber penelitian, atau menjadi inspirasi pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya, termasuk untuk wisata budaya dan diplomasi budaya. Menurutnya, DIY merupakan salah satu lokus yang bisa dijadikan role model karena sudah melakukan serangkaian kegiatan penetapan WBTb.

“DIY bahkan sudah menindaklanjuti apa yang sudah ditetapkan. Saat ini di wilayah DIY ada 134 WBTb yang sudah ditetapkan di peringkat nasional. Dan saat ini sedang diusulkan 22 objek lainnya, yang mudah-mudahan sudah valid datanya sehingga dapat segera ditetapkan,” kata Yudi.

Baca Juga: Ini Modus Baru Sekolah Jual Seragam Temuan Ombudsman DIY

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya