Hasil Uji Lab Keracunan Massal di Sleman Ungkap Makanan Terkontaminasi

- Dinas Kesehatan Sleman menemukan cemaran bakteri Salmonella sp, Bacillus cereus, dan E Coli pada makanan yang diduga memicu keracunan massal.
- Sebanyak 170 orang diduga mengalami gejala keracunan, dengan 52 orang masih menjalani rawat inap dan enam orang masih dirawat.
- Kasus dugaan keracunan juga terjadi di wilayah Mlati, Sleman dengan puluhan orang menjadi korban setelah menyantap makanan dari jasa boga penyuplai.
Sleman, IDN Times - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengungkap hasil pemeriksaan sampel makanan yang diduga memicu kasus keracunan massal dengan jumlah korban mencapai ratusan orang.
1. Temuan kontaminasi bakteri

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama menuturkan, pengujian laboratorium dilakukan di seluruh sampel makanan. Hasilnya ditemukan adanya cemaran bakteri berupa Salmonella sp, Bacillus cereus dan Escherichia Coli.
"Keracunan makanan yang terjadi diduga karena adanya kontaminasi bakteri Salmonella sp, Bacillus cereus dan E Coli pada makanan yang disajikan," kata Cahya, Jumat (14/2/2025).
2. Masih ada yang menjalani rawat inap

Cahya melanjutkan, tercatat jumlah korban yang diduga mengalami gejala keracunan mencapai 170 orang sejak insiden ini pertama kali dilaporkan pada Sabtu (8/2/2025). Saat ini 118 orang menjalani rawat jalan dan 52 sisanya jalani rawat inap.
"Sampai saat ini tinggal enam orang yang masih menjalani rawat inap, sedangkan yang lain sudah dinyatakan sembuh," tutur Cahya.
3. Ratusan orang alami demam hingga diare

Sebelumnya, ratusan orang lebih diduga mengalami gejala keracunan usai menyantap hidangan hajatan warga di Dusun Krasakan, Lumbungrejo, Tempel, Sleman, Sabtu (8/2/2025). Kebanyakan merasakan demam, pusing, menggigil, dan diare.
Berdasarkan keterangan Dinas Kesehatan Pemdan DIY, otoritas di Sleman telah melaksanakan penyelidikan epidemiologi (PE) pada jasa boga penyuplai makanan.
Dinas Kesehatan Pemda DIY juga tak menampik makanan yang bersumber dari jasa boga tersebut kemungkinan memicu kasus dugaan keracunan lain di wilayah Mlati, Sleman dengan korban mencapai puluhan orang.