Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Hasil Uji Lab Keracunan Massal di Sleman Ungkap Makanan Terkontaminasi

ilustrasi mual dan muntah (IDN Times/Novaya Siantita)
ilustrasi mual dan muntah (IDN Times/Novaya Siantita)
Intinya sih...
  • Dinas Kesehatan Sleman menemukan cemaran bakteri Salmonella sp, Bacillus cereus, dan E Coli pada makanan yang diduga memicu keracunan massal.
  • Sebanyak 170 orang diduga mengalami gejala keracunan, dengan 52 orang masih menjalani rawat inap dan enam orang masih dirawat.
  • Kasus dugaan keracunan juga terjadi di wilayah Mlati, Sleman dengan puluhan orang menjadi korban setelah menyantap makanan dari jasa boga penyuplai.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sleman, IDN Times - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengungkap hasil pemeriksaan sampel makanan yang diduga memicu kasus keracunan massal dengan jumlah korban mencapai ratusan orang.

1. Temuan kontaminasi bakteri

Bakteri Escherichia coli (pixabay.com/geralt)
Bakteri Escherichia coli (pixabay.com/geralt)

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama menuturkan, pengujian laboratorium dilakukan di seluruh sampel makanan. Hasilnya ditemukan adanya cemaran bakteri berupa Salmonella sp, Bacillus cereus dan Escherichia Coli.

"Keracunan makanan yang terjadi diduga karena adanya kontaminasi bakteri Salmonella sp, Bacillus cereus dan E Coli pada makanan yang disajikan," kata Cahya, Jumat (14/2/2025).

2. Masih ada yang menjalani rawat inap

Ilustrasi rumah sakit (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi rumah sakit (IDN Times/Arief Rahmat)

Cahya melanjutkan, tercatat jumlah korban yang diduga mengalami gejala keracunan mencapai 170 orang sejak insiden ini pertama kali dilaporkan pada Sabtu (8/2/2025). Saat ini 118 orang menjalani rawat jalan dan 52 sisanya jalani rawat inap.

"Sampai saat ini tinggal enam orang yang masih menjalani rawat inap, sedangkan yang lain sudah dinyatakan sembuh," tutur Cahya.

3. Ratusan orang alami demam hingga diare

ilustrasi demam (freepik.com/DC Studio)
ilustrasi demam (freepik.com/DC Studio)

Sebelumnya, ratusan orang lebih diduga mengalami gejala keracunan usai menyantap hidangan hajatan warga di Dusun Krasakan, Lumbungrejo, Tempel, Sleman, Sabtu (8/2/2025). Kebanyakan merasakan demam, pusing, menggigil, dan diare.

Berdasarkan keterangan Dinas Kesehatan Pemdan DIY, otoritas di Sleman telah melaksanakan penyelidikan epidemiologi (PE) pada jasa boga penyuplai makanan.

Dinas Kesehatan Pemda DIY juga tak menampik makanan yang bersumber dari jasa boga tersebut kemungkinan memicu kasus dugaan keracunan lain di wilayah Mlati, Sleman dengan korban mencapai puluhan orang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us