Hanung Garap Film Anak Children of Heaven: Sebuah Tantangan Baru

- Menurut Hanung, proses shooting harus ramah terhadap anak-anak.
- Pemeran adik kakak Ali dan Zahra akan dimainkan oleh Jared Ali serta Humaira Jahra.
Yogyakarta, IDN Times – Sutradara Hanung Bramantyo berbagi cerita mengenai penggarapan film Children of Heaven, saat jumpa pers rangkaian agenda JAFF Market 2025, di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (29/11/2025). Hanung mengungkapkan penggarapan film dengan tokoh sentral anak-anak menjadi tantangan tersendiri.
“Tantangan baru, terakhir itu 2002 atau 2003 membuat film anak,” ungkap Hanung, saat sesi talkshow interaktif berjudul Children of Heaven: The Art of Film Adaptation bersama MD Entertainment, dalam gelaran JAFF Market, di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, Sabtu (29/11/2025).
1. Kondisi anak tetap jadi perhatian utama

Menurutnya proses shooting harus ramah terhadap anak-anak, bahwa anak-anak tidak bisa dipaksa. “Saya bilang ke MD harus paham tentang karakter anak-anak. Anak-anak gak bisa dipaksa, mau saat moodnya bagus,” ucap Hanung.
Film Children of Heaven yang merupakan remake film drama asal Iran ini juga digarap dengan pendekatan persoanl. “Gak mau pendekatan komersial, dalam pengertian formula membuat hanya sekedar menghibur. Menentukan jam tidak bisa bisa lebih 8-10 jam (saat syuting), anak-anak 8 jam. Kita gak syuting sampai malam banget,” ungkap Hanung.
2. Puas dengan film yang digarap

Film yang pernah masuk nominasi Oscar 1998 sebagai Best Foreign Language Film, disebut Hanung menjadi film yang paling disukai selama bekerja bersama MD. “Hasilnya memuaskan, film bersama MD yang paling saya sukai,” ucapnya.
Pemeran adik kakak Ali dan Zahra yang fenomenal akan dimainkan aktor muda berbakat Jared Ali serta Humaira Jahra.
3. Latar belakang film Children of Heaven

Film ini menurut Majid Majidi, sutradara Children of Heaven, menghadirkan latar belakang kelas menengah bawah, untuk itu Hanung mencoba memaknai kelas menengah bawah ini bukan sebagai ratapan, atau eksploitasi kemiskinan.. “Saya menghadirkan keberdayaan orang menghadapi kondisi terhimpit,” ungkap Hanung.
Keberdayaan dan semangat itu menurut Hanung ada di Indonesia, termasuk kultur situasi politik. “Ini sangat pas, ketika kita sekalipun dalam kondisi pemerintahan yang teman-teman bisa menerjemahkan sendiri, harus tetap berusaha percaya negeri ini patut kita banggakan. Itu spirit anak-anak surga, dia percaya ada surga di situasi yang tidak enak,” kata Hanung.



















