Yogyakarta, IDN Times – Sejumlah pelaku usaha, pedagang, seniman, budayawan, mahasiswa, hingga komunitas di kawasan Tugu-Malioboro-Titik 0 Yogyakarta mendeklarasikan gerakan kebudayaan bertajuk Sego Gudangan. Gerakan ini mengajak masyarakat menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian kawasan yang menjadi salah satu ikon wisata Yogyakarta tersebut.
Deklarasi yang dikemas dalam aksi damai dan makan Sego Gudangan bersama ini menjadi ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk merawat ruang publik sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi dan kebudayaan di kawasan Malioboro.
Pegiat Sego Gudangan, Rommy Heryanto, mengatakan gerakan tersebut merupakan inisiatif bersama berbagai elemen masyarakat, khususnya para pelaku ekonomi, seni, budaya, dan pariwisata di sepanjang kawasan Tugu, Malioboro, hingga Titik 0 Kilometer Yogyakarta.
"Jogja itu milik kita, Jogja itu potensi kita, kekuatan kita, mari kita jaga. Kami juga ingin menunjukkan kepada dunia luar, baik nasional maupun internasional, bahwa Jogja masih nyaman dan aman. Siapa lagi yang akan menjaga kalau bukan kita," ujar Rommy, di Kawasan Malioboro, Minggu (8/11/2026).
Rommy yang juga Wakil Ketua Umum Bidang Revitalisasi Vokasi, SDM dan Ketenagakerjaan Kadin DIY ini menegaskan, gerakan tersebut bukan dimaksudkan untuk membatasi kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Menurutnya, demonstrasi dan penyampaian kritik merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang perlu dihormati. Namun, ia berharap setiap aksi dilakukan secara damai dengan tetap memperhatikan ketertiban dan keamanan bersama.
"Silakan berdemo, silakan sampaikan pendapat. Tetapi harapan kami, mari kita jaga ketertiban dan keamanan, khususnya di kawasan Malioboro," katanya.