Aksi unjuk rasa mengkritik 2 tahun Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Kantor DPRD DIY, Kota Yogyakarta, Selasa (20/10/2026), diwarnai kericuhan. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Diberitakan sebelumnya, ribuan mahasiswa dan peserta aksi menggelar unjuk rasa di Kantor DPRD DIY, Kota Yogyakarta, Selasa (20/10/2026). Aksi tersebut digelar untuk menyampaikan kritik terhadap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sejumlah persoalan menjadi sorotan massa, mulai dari penanganan bencana dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga dugaan korupsi dana penanggulangan bencana. Mahasiswa menilai pemerintah perlu mengevaluasi respons terhadap bencana serta mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.
Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) juga membawa enam tuntutan, termasuk evaluasi program strategis nasional, transparansi distribusi BBM bersubsidi, perampingan kabinet, serta penghentian keterlibatan militer dalam ranah sipil. Mereka turut mendesak penuntasan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu.
Dalam aksi tersebut, massa meminta perwakilan DPRD DIY menemui mereka secara langsung. Ketua DPRD DIY, Nuryadi, kemudian mendatangi peserta aksi dan menyatakan akan meneruskan aspirasi yang disampaikan mahasiswa kepada pemerintah pusat.