GIK Education Festival 2026, di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM), Rabu (4/11/2026). (Dok. Istimewa)
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY, Gofar Ismail, menyambut baik penyelenggaraan GIK Education Festival 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan posisi Yogyakarta sebagai Kota Pelajar. Ia menyebut, kesempatan bertemu langsung dengan perwakilan perguruan tinggi Eropa dapat membantu generasi muda memperoleh informasi sekaligus memperluas wawasan mengenai pendidikan global.
"Inisiatif ini merupakan inisiatif yang sangat bagus untuk Yogyakarta sebagai kota pelajar, kota pendidikan. Yogyakarta tentu saja sangat menyambut baik inisiatif untuk kerja sama dalam bidang pendidikan," ujar Gofar.
Gofar menegaskan kesempatan tersebut merupakan peluang berharga yang perlu dimanfaatkan generasi muda, bukan sekadar untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan perspektif baru. "Ini merupakan golden opportunity bagi generasi muda di Yogyakarta dan sekitarnya. Ini bukan hanya bisa membuka wawasan, mendapatkan gelar saja, tetapi juga bisa membuka cakrawala yang lebih luas bagi generasi muda," katanya.
Ia menjelaskan, Pemda DIY selama ini telah menjalin sejumlah kerja sama sister province dengan daerah di luar negeri. Namun, untuk kawasan Eropa, kerja sama yang berjalan masih banyak didominasi sektor kebudayaan. Karena itu, keberadaan 27 negara anggota Uni Eropa diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk menjajaki peluang pendidikan dan kerja sama yang lebih luas.
Direktur Utama GIK UGM, Alfatika Aunuriella Dini, mengatakan festival pendidikan ini diselenggarakan untuk mendekatkan akses informasi beasiswa dan jejaring internasional kepada masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti secara gratis. Pada penyelenggaraan sebelumnya, acara serupa berhasil menarik sekitar 6.000 pengunjung. Sementara tahun ini, panitia menargetkan 4.000 hingga 5.000 pengunjung di Yogyakarta. Sejumlah institusi pendidikan Eropa yang hadir berasal dari Prancis, Belanda, Swedia, Finlandia, Jerman, Austria, Belgia, Irlandia, Italia, Polandia, Rumania, Spanyol, dan Hungaria.
Selain pameran pendidikan, pengunjung juga dapat mengikuti diskusi panel mengenai tren penerimaan mahasiswa program magister (master) di luar negeri serta sesi University Spotlight untuk mengenal lebih jauh institusi pendidikan yang berpartisipasi.