Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

7 Tips Memastikan Keamanan Furnitur untuk Balita, Periksa Secara Rutin

ilustrasi balita memanjat kursi (pexels.com/Tatiana Syrikova)
ilustrasi balita memanjat kursi (pexels.com/Tatiana Syrikova)
Intinya sih...
  • Furnitur rumah tangga bisa menjadi sumber bahaya yang tidak terduga bagi balita, seperti lemari mudah terguling atau meja dengan sudut tajam.
  • Orangtua perlu memastikan furnitur dipilih dengan desain aman, menggunakan pelindung sudut meja, penahan pintu, dan kunci pengaman laci.
  • Penting juga untuk memeriksa keamanan furnitur secara berkala, mencari produk dengan sertifikasi keamanan internasional, dan memberikan pengawasan langsung kepada balita saat bermain.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat balita mulai aktif bergerak, menjelajahi rumah, dan penasaran dengan segala hal di sekitarnya, perabotan rumah tangga bisa menjadi salah satu sumber bahaya yang tidak terduga. Meja, kursi, rak, atau bahkan lemari dapat menjadi ancaman jika tidak dipastikan keamanannya. Oleh karena itu, orangtua perlu proaktif dalam memastikan setiap furnitur di rumah aman untuk si kecil.

Menurut laporan dari berbagai organisasi keselamatan anak, banyak kecelakaan rumah tangga yang melibatkan balita disebabkan oleh furnitur yang tidak aman. Misalnya, lemari yang mudah terguling, meja dengan sudut tajam, atau meja lipat yang tidak terkunci dengan baik. Meski tampak sepele, langkah-langkah pencegahan bisa menjadi penyelamat. Berikut tips untuk memastikan keamanan furnitur di rumah agar balita tetap aman selama bermain atau belajar bergerak.

1. Pilih furnitur dengan desain aman

ilustrasi meja belajar ramah anak (freepik.com)
ilustrasi meja belajar ramah anak (freepik.com)

Langkah pertama adalah memastikan bahwa furnitur yang dipilih dirancang dengan mempertimbangkan keamanan anak. Hindari furnitur dengan sudut tajam atau bagian logam yang menonjol. Pilih meja dan kursi dengan sudut yang membulat untuk mengurangi risiko cedera jika balita terbentur.

Selain itu, pastikan furnitur memiliki struktur yang kokoh dan tidak mudah terguling, terutama jika balita sering mencoba memanjat. Kursi lipat, meja lipat, dan furnitur serupa harus memiliki mekanisme pengunci yang tidak mudah dibuka oleh anak.

2. Gunakan pelindung tambahan

ilustrasi furnitur ramah anak (pexels.com/Natalie Bond)
ilustrasi furnitur ramah anak (pexels.com/Natalie Bond)

Pelindung sudut meja adalah pengaman wajib di rumah dengan balita. Produk ini mudah ditemukan di pasaran dan dapat dipasang pada sudut meja atau rak untuk mengurangi risiko luka akibat benturan.

Selain itu, gunakan penahan pintu untuk mencegah jari balita terjepit. Ada juga kunci pengaman khusus untuk laci dan lemari, yang sangat berguna untuk mencegah anak mengakses barang-barang berbahaya seperti pisau, obat-obatan, atau bahan kimia.

3. Pasang bracket anti-jatuh pada furnitur berat

ilustrasi anak di depan rak buku (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi anak di depan rak buku (pexels.com/Pixabay)

Lemari, rak buku, dan furnitur tinggi lainnya perlu dipastikan tidak mudah roboh. Gunakan bracket atau penahan dinding untuk mengamankan furnitur tersebut. Ini sangat penting jika balita mulai aktif memanjat.

Selain itu, pastikan furnitur berat tidak ditempatkan di area yang sering dijangkau anak, seperti dekat tempat bermain. Hindari juga menempatkan benda berat seperti televisi di atas meja yang mudah digerakkan.

4. Periksa furnitur secara berkala

ilustrasi ayah memeriksa keamanan furnitur (pexels.com/MART PRODUCTION )
ilustrasi ayah memeriksa keamanan furnitur (pexels.com/MART PRODUCTION )

Keamanan furnitur tidak hanya penting saat pertama kali membeli. Perlu juga memeriksa furnitur secara berkala. Pastikan tidak ada bagian yang longgar, retak, atau aus yang bisa membahayakan balita.

Misalnya, meja lipat perlu dicek apakah pengunciannya masih berfungsi dengan baik. Furnitur kayu juga perlu diperiksa untuk memastikan tidak ada serpihan tajam yang bisa melukai tangan kecil balita.

5. Pilih furnitur dengan sertifikasi keamanan

ilustrasi balita berdiri di depan rak mainan (freepik.com)
ilustrasi balita berdiri di depan rak mainan (freepik.com)

Banyak produsen furnitur sekarang menawarkan produk yang telah diuji dan memenuhi standar keamanan internasional untuk anak-anak. Cari produk dengan label atau sertifikasi yang menunjukkan bahwa furnitur tersebut dirancang khusus untuk keluarga dengan anak kecil.

Sertifikasi semacam ini biasanya menjamin bahwa produk telah melewati uji stabilitas, kekuatan, dan ketahanan terhadap risiko yang mungkin ditimbulkan bagi balita.

6. Ajarkan balita tentang bahaya furnitur

ilustrasi ibu menjelaskan tentang bahaya furnitur (freepik.com)
ilustrasi ibu menjelaskan tentang bahaya furnitur (freepik.com)

Seiring waktu, balita perlu diajarkan untuk mengenali hal-hal yang bisa membahayakan mereka. Meski anak kecil belum sepenuhnya memahami risiko, ajarkan mereka untuk tidak bermain-main dengan meja lipat, membuka laci, atau memanjat rak buku.

Komunikasi ini harus dilakukan dengan lembut namun tegas, agar anak memahami batasan tanpa merasa takut.

7. Awasi aktivitas balita sebaik mungkin

ilustrasi ayah menemani anak bermain (pexels.com/Tatiana Syrikova)
ilustrasi ayah menemani anak bermain (pexels.com/Tatiana Syrikova)

Sebagus apa pun langkah pencegahan yang diambil, pengawasan langsung dari orangtua tetap merupakan kunci utama dalam menjaga keamanan balita. Jangan biarkan anak bermain tanpa pengawasan, terutama di ruangan yang memiliki furnitur berisiko.

Jika memungkinkan, siapkan area bermain khusus untuk balita yang bebas dari furnitur berat atau tajam. Ini akan memberi mereka ruang aman untuk bereksplorasi tanpa khawatir.

Memastikan keamanan furnitur untuk balita adalah langkah penting dalam menciptakan rumah yang ramah anak. Ingat, keselamatan anak adalah prioritas utama.

Tidak ada langkah yang terlalu berlebihan jika menyangkut menjaga mereka tetap aman. Dengan menerapkan tips di atas, orangtua bisa menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang balita tanpa rasa khawatir.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sani Eunoia
EditorSani Eunoia
Follow Us