Kenapa Jogja Disebut Daerah Istimewa? Ini Sejarahnya

Sudah diakui istimewa sejak zaman jajahan Belanda

Intinya Sih...

  • Ada 4 daerah khusus dan 1 daerah istimewa di Indonesia
  • Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman diakui oleh Pemerintah Hindia Belanda
  • Jogja menganut sistem desentralisasi asimetris dengan memegang erat nilai keistimewaan sebagai warisan kerajaan

Di Indonesia, saat ini terdapat empat daerah khusus dan satu daerah istimewa dengan kewenangannya masing-masing. Mereka adalah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta yang jadi ibu kota negara sebelum pindah ke IKN; Daerah Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat yang diberikan untuk percepatan pembangunan di wilayah itu; Aceh yang memiliki hak-hak otonomi yang luas dalam bidang agama, adat, dan pendidikan; serta tak lupa Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lalu kenapa Jogja disebut daerah istimewa? Apa karena penghasil gudeg? Atau malah karena dijuluki sebagai kota pelajar? Supaya makin paham asal mulanya, yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

1. Diakui sebagai daerah istimewa sejak zaman penjajahan

Kenapa Jogja Disebut Daerah Istimewa? Ini SejarahnyaKadipaten Pakualaman (dpad.jogjaprov.go.id)

Tahukah kamu kalau Jogja sudah berdiri sebelum adanya proklamasi kemerdekaan, bahkan menjadi kota tertua kedua di Indonesia? Ya, meski begitu predikat istimewa tersebut diberikan bukan semata-mata karena usianya, melainkan karena keberadaan Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman.

Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sendiri telah ada sejak 1755 dan didirikan oleh Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I. Sedangkan Kadipaten Pakualaman, didirikan sejak 1813 oleh Pangeran Notokusumo yang masih bersaudara dengan Sultan Hamengku Buwono II, dan pemimpinnya bergelar Adipati Paku Alam I. Kedua kerajaan tersebut, Kasultanan maupun Pakualaman, diakui oleh Pemerintah Hindia Belanda sebagai kerajaan dan memiliki hak mengatur rumah tangga sendiri.

Hal ini selaras dengan apa yang tertuang dalam laman Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Istimewa Yogyakarta bahwa daerah ini sudah sejak lama memiliki tradisi pemerintahan melalui adanya Kasultanan dan Kadipaten Pakualaman. Di zaman penjajahan Belanda, daerah yang memiliki asal-usul dengan pemerintahannya sendiri disebut Zelfbesturende Landschappen dan pada masa kemerdekaan disebut dengan Daerah Swapraja.

2. Gubernur dan wakilnya diisi oleh Sultan dan Adipati secara turun temurun

Kenapa Jogja Disebut Daerah Istimewa? Ini SejarahnyaIllustrasi Keraton Yogyakarta (pixabay.com)

Sejak Amanat 5 September 1945 dikeluarkan oleh Sri Sultan HB IX dan Paku Alam VIII yang menyatakan bahwa Jogja sebagai bagian dari Indonesia, ini sekaligus menandakan bahwa Jogja terdiri atas dua gabungan kerajaan, Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman.

Sedangkan bentuk pemerintahannya, Jogja menganut sistem desentralisasi asimetris yang menggabungkan sistem monarki dalam kelembagaan informal pemerintahan daerahnya dengan memegang erat nilai keistimewaan sebagai warisan kerajaan.

Selain itu, yang amat membedakan Jogja dengan daerah lain adalah Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman sampai saat ini masih berperan penting dalam tata pemerintahan. Yakni posisi gubernur dijabat oleh Sultan dan Adipati yang bertakhta sebagai wakilnya dan berlaku turun temurun yang menjadikannya salah satu alasan kenapa Jogja disebut daerah istimewa.

Dengan begitu, ini menjadi jawaban atas mengapa Jogja tak pernah mengadakan pemilihan gubernur. Dan, kota ini menggunakan prosesi pengukuhan yang masa jabatannya lima tahun.

Baca Juga: Kisah Sri Sultan Hamengku Buwono IX Pindahkan Ibu Kota ke Yogyakarta

3. Terbitnya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012

Kenapa Jogja Disebut Daerah Istimewa? Ini Sejarahnyapotret grebeg syawal kraton jogja (jogjaprov.go.id)

Keistimewaan Jogja makin diakui setelah terbitnya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Isi dalam undang-undang tersebut di antaranya adalah batas dan pembagian wilayah, kewenangan, bentuk dan susunan pemerintahannya. Dari situ juga dapat dipahami bahwa Jogja memiliki dana keistimewaan (danais) yang menurut laman Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, asalnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Danais sendiri digunakan untuk mendukung program pembangunan daerah seperti yang dikutip dari laman Dewan Pendidikan Kabupaten Sleman yakni:

  • Tata cara pengisian jabatan, kedudukan, tugas, dan wewenang Gubernur dan Wakil Gubernur DIY
  • Kelembagaan Pemerintah Daerah DIY
  • Kebudayaan
  • Pertanahan
  • Tata ruang

Alasan kenapa Jogja disebut daerah istimewa tentu tak lepas dari kebudayaan dan adat istiadatnya yang masih dijaga erat hingga sekarang. Keraton juga bukan sebatas wisata, tapi sekaligus pusat pemerintahan yang tak dimiliki semua daerah. Wajar dan layak kalau kota satu memang selalu menarik buat dikulik!

Baca Juga: Kenapa Yogyakarta Dijuluki Kota Pelajar? Ini 5 Alasannya

Topik:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya