Patung Loro Blonyo (Wikimedia Commons – “Loro Blonyo at the Pekalongan Batik Museum”)
Dulunya, pembuatan Patung Loro Blonyo harus mengikuti pakem atau aturan khusus dalam budaya Jawa. Sepasang figur pengantin ini biasanya dicat berwarna emas, lalu diposisikan duduk bersila layaknya arca Dewi Sri sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran. Karena itulah, keberadaan Loro Blonyo dulu dianggap memiliki nilai sakral, bukan sekadar pajangan rumah biasa.
Seiring waktu, makna Patung Loro Blonyo pun berkembang. Selain menjadi bentuk penghormatan kepada Dewi Sri, patung ini juga dipercaya sebagai simbol tumuruning wiji atau harapan hadirnya keturunan bagi pasangan pengantin baru. Bahkan dalam kepercayaan masyarakat Jawa, Loro Blonyo diyakini bisa menjadi penolak bala, sehingga warna wajahnya dibuat putih sementara tubuhnya diberi warna kuning sebagai lambang perlindungan dan keberuntungan.
Patung Loro Blonyo banyak ditemukan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Umumnya, patung ini dibuat dari batu andesit, tapi ada juga yang terbuat dari kayu, tanah liat, atau batu, lalu dipahat menyerupai pasangan suami istri dalam posisi duduk bersila. Meski kini lebih sering dijadikan dekorasi rumah bernuansa tradisional, bentuk dan detailnya tetap mempertahankan ciri khas budaya Jawa yang kuat.
Figur laki-laki pada Patung Loro Blonyo umumnya dibuat mengenakan kuluk kanigara atau penutup kepala khas raja Jawa berwarna hitam dengan garis kuning melingkar. Ia juga memakai setagen dan sabuk khas busana adat Jawa, lengkap dengan posisi tangan ngapurancang atau kedua tangan yang diletakkan di atas pusar. Sementara posisi duduknya dibuat bersila dengan bagian jari kaki tampak jelas sebagai simbol ketegasan dan kewibawaan.
Sedangkan bentuk patung perempuan memakai kemben khas Jawa lengkap dengan riasan paes di dahi. Rambutnya dibuat bergelung dan dihiasi mahkota serta sunduk mentul yang menambah kesan anggun dan elegan. Posisi duduk perempuan dibuat timpuh atau sikap hormat, dengan telapak dan jari kaki tetap terlihat untuk memperkuat unsur estetika tradisional Jawa.
Patung Loro Blonyo bukan sekadar hiasan tradisional Jawa sederhana, tapi ia memiliki sejarah dan makna yang menarik untuk dipelajari. Mulai dari simbol kesuburan, keharmonisan rumah tangga, sampai kepercayaan masyarakat Jawa kuno, semuanya melekat dalam sepasang patung ini. Gak heran kalau Loro Blonyo masih tetap eksis dan banyak digunakan baik sebagai dekorasi maupun bagian dari warisan budaya Jawa.