Hamzah Sulaiman. (Dok. Istimewa)
Raminten bukan sekadar nama merek. Ia adalah peran panggung Hamzah Sulaiman, yang tampil sebagai perempuan Jawa berkebaya, berjarik, dan berkonde dalam pentas ketoprak serta acara komedi di televisi lokal Jogja TV. Menurut orang dekat Hamzah dari tim pengembangan Hamzah Batik, nama ini berasal dari ungkapan ora sepinten (tidak seberapa), yang menggambarkan karakter sederhana.
Popularitas tokoh ini kemudian merambah ke bisnis kuliner. The House of Raminten di Kotabaru resmi berdiri pada 26 Desember 2008 dan awalnya hanya menjual aneka jamu. Pelan-pelan, restoran ini juga menyajikan sego kucing (nasi bungkus porsi kecil) dengan harga sangat murah. Gak heran kalau wisatawan penasaran, apalagi suasananya kental dengan patung perempuan berkonde, pelayan berbusana Jawa, serta aroma dupa dan bunga. Restoran dengan nama serupa juga hadir di gedung Hamzah Batik.
Gak banyak yang tahu bahwa Hamzah juga seorang abdi dalem (pengabdi keraton) di Keraton Yogyakarta. Ia tercatat sebagai abdi dalem sejak 2 September 2014, dan Sri Sultan Hamengku Buwono X menganugerahinya gelar Kanjeng Mas Tumenggung Tanoyo Hamijinindyo.
Hamzah Sulaiman wafat pada Rabu, 23 April 2025, di usia 75 tahun. Meski begitu, sosok Raminten yang ia ciptakan tetap menjadi ikon yang melekat pada Hamzah Batik dan restorannya.