Peresmian SM Tower and Convention (dok. PP Muhammadiyah)
Dikatakan Deni, pihaknya memiliki harapan SM Tower mempunyai diferensiasi dari hotel-hotel yang sudah berdiri sebelumnya. Hotel pertama Muhammadiyah di Indonesia ini mengedepankan brand Living Muslim Hotel.
Living Muslim Hotel bukan berarti hotel ini diperuntukkan bagi orang Islam saja, akan tetapi lebih kepada nilai-nilai (core values) kehidupan muslim yang dijalankan di SM Tower.
"Ketika orang menginap di sini bukan sekadar tidur, tetapi mendapat inspirasi, mendapat nilai-nilai baru, dan semangat baru," tutur Deni.
SM Tower, lanjut Deni, murni dikelola seluruhnya oleh Suara Muhammadiyah sebagai manifestasi dari kemandirian. Bagi Deni, itulah wujud disimilaritas bisnis yang dijalankan Suara Muhammadiyah.
"Kita tidak berhenti kolaborasi, tetapi kita tidak mau berkolaborasi sama orang-orang yang tidak punya modal. Maka kita betul-betul fokus untuk bisnis secara mandiri, sehingga manajemen operasionalnya kita mandiri 100 persen," paparnya.
Deni mengungkapkan, berdirinya SM Tower ini adalah tonggak awal dari rencana dibangunnya hotel serupa di berbagai daerah. Suara Muhammadiyah bersama UMJ berencana membangun SM Tower and Convention di Cipanas. Rencananya akan dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 3 ribu meter persegi.
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir merasa terharu dengan berdirinya SM Tower and Convention ini. Baginya, ini adalah sebuah sejarah besar, khususnya bagi keluarga besar PP Muhammadiyah yang telah lama menginginkan adanya lini bisnis yang dikelola secara profesional dan modern oleh Persyarikatan Muhammadiyah.