konstruksi tiang Masjid Gedhe Kauman Jogja (jogjacagar.jogjaprov.go.id/masjid kauman)
Tak hanya bangunan bersejarah, tapi juga menjadi penerang kehidupan ketika mempelajari setiap sudut ruangnya. Berikut satu per satu bagian bangunan dan makna di baliknya, menurut Itsnataini R. dan Ady T. L. dalam jurnal Semiotika pada Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta dalam Sejarah Seni Rupa Islam.
1. Atap bertumpang tiga, simbol menuju Sang Pencipta
Atap masjid bentuknya gak biasa, tersusun dari tiga tingkat yang semakin ke atas, semakin mengecil. Ini menggambarkan perjalanan spiritual seseorang, dari bawah yang banyak godaan, naik menuju kedekatan dengan Sang Pencipta.
2. Serambi yang cukup luas dan terbuka
Ibarat ruang peralihan, tempat ini menenangkan, memasuki ruang tersebut jamaah bisa mempersiapkan diri secara batin sebelum masuk ke ruangan inti untuk beribadah. Dengan begitu, saat memulai ibadah keadaan diri sudah mampu berfokus.
3. Pada satu sisi dinding masjid terdapat tiga pintu berjajar
Jumlah ini sebagai simbol bahwa menuju sesuatu seperti ibadah, hal-hal yang bersifat ketuhanan itu ada banyak caranya. Banyak jalur kebaikan yang semua bermuara pada satu tujuan, mendekat pada-Nya.
4. Tiang-tiang saling terhubung, simbol kekuatan dalam kebersamaan
Pada bangunan terdapat tiang-tiang penopang yang saling berhubungan. Jumlah tiang di ruang utama sebanyak 36, tersusun dalam enam kolom, dan enam baris, ini merepresentasikan rukun Iman. Ketika semua rukun tersebut terhubung, mampu menciptakan keharmonisan.
5. Gerbang dua tahap, proses menuju kesucian
Untuk masuk ke masjid akan melewati dua gerbang dan satu pintu. Hal ini menyampaikan pesan bahwa menuju suci, itu ada proses, tahapan-tahapan, dan kesiapan yang perlu dijalani.
6. Jam di gapura, pengingat waktu akan pelaksanaan kewajiban
Kalau diperhatikan lagi, pada gapuranya terdapat jam dinding. Jam tersebut bukan sekadar dekorasi, tapi menjadi pengingat waktu, dalam hal ini kewajiban solat. Lalu, sekeliling jam dinding juga dihiasi ornamen khas yang merepresentasikan Keraton Jogja.