Yogyakarta, IDN Times - Pagi di Pendopo Pasar Beringharjo pada Minggu (4/1/2026) terasa lebih ramai. Sekelompok orang berkumpul dengan gaya effortlessly cool, mengenakan padu padan kaos, celana bahan longgar, dan sepatu nyaman membentuk lingkaran besar di tengah-tengahnya. Bukan, bukan mau unjuk rasa apalagi geruduk pasar, mereka adalah peserta tur jalan kaki yang diinisiasi oleh komunitas Gang-Gangan.
Gang-Gangan sendiri merupakan kolektif jalan kaki yang mengubah trotoar dan gang sempit menjadi ruang temu bagi masyarakat dari berbagai arah. Melalui ritual sederhana, pesertanya diajak menelusuri tempat-tempat yang tak banyak dijamah sekaligus merayakan detil kota yang sering terlewatkan kala terburu-buru.
