Sejarah pendirian Masjid Siti Djirzanah (instagram.com/masjidsitidjirzanah)
Ada yang unik dari masjid ini, yakni adanya tulisan Mandarin ‘Qingzhensi’ yang berarti masjid. Lalu di bagian bawahnya, terdapat sebuah jam raksasa berbentul bulat yang bisa kamu jadikan patokan saat ingin berkunjung. Pada sisi dinding, terdapat tulisan Arab yang menggunakan kaligrafi dengan garis tegak lurus, tetapi dibuat berlubang.
Sejarah pendirian bangunan masjid memadukan budaya Tionghoa, dimulai seorang takmir masjid bernama Abang Dalil. Awalnya Masjid Siti Djirzanah dibuat dengan sentuhan Timur Tengah, namun menyadari Malioboro adalah kawasan Pecinan dan masih di daerah Ketandan.
Dapat kamu lihat, atap masjid didesain menyerupai kelenteng hingga tidak memiliki kubah seperti masjid lain sebagai bukti adanya asimilasi budaya.