Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
20 Tempat Wisata di Gunungkidul Dapat QR Code PeduliLindungi
Ilustrasi QR code Pedulilindungi. (IDN Times/Achmad Hidayat Alsair)

Gunungkidul, IDN Times - ‎Para pelaku wisata di Kabupaten Gunungkidul mulai bisa tersenyum setelah mendapatkan QR code aplikasi PeduliLindungi di 20 destinasi wisata. Saat ini tim asesor sedang melakukan verifikasi lapangan terkait penerbitan sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environtment Sustainability).

"Total adanya 57 QR code yang nantinya tersebar di 20 destinasi wisata di Gunungkidul,"kata Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono, saat dihubungi wartawan, Sabtu (2/10/2021).

1. Total ada 57 QR code yang dipasang di 20 destinasi wisata‎

Pantai Baron, Pantai di Gunungkidul (piknikwisata.com)

Menurutnya, QR code sebanyak 57 akan dipasang di beberapa titik seperti Pantai Baron hingga Pantai Seruni sebanyak delapan QR code. Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran akan dipasang enam QR code. Namun demikian untuk uji coba QR code masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

"Meski sudah menerima QR code namun uji coba menunggu keputusan pemerintah pusat," terangnya.

2. Sebanyak 40 destinasi wisata telah mengajukan penerbitan sertifikat CHSE‎

Gua Pindul (instagram.com/andaa)

Harry menjelaskan sampai hari ini sudah ada 40 destinasi wisata yang sudah mengajukan penerbitan sertifikat CHSE. Namun demikian untuk penerbitan CHSE sebelumnya harus dilakukan verifikasi di lapangan.

Verifikasi lapangan sendiri sudah berlangsung sejak Kamis (30/9/2021) hingga beberapa hari ke depan untuk objek wisata yang mengajukan penerbitan sertifikat CHSE.

"Kemarin (Jumat, 1/10/2021) melakukan verifikasi CHSE di Pantai Baron. Harapan bisa berjalan lancar dan bertahap," ungkapnya.

3. Pengelola Embung Batara Sriten mengaku mendapatkan QR code PeduliLindungi‎

Embung Batara Sriten Gunungkidul (Instagram.com/embungsritengunungkidul)

Sementara, pengelola wisata Embung Batara Sriten, Radato, mengatakan pihaknya sudah mendapatkan QR code PeduliLindungi. Saat pihaknya fokus untuk mendapatkan sertifikat CHSE.

"Setelah mendapatkan sertifikat CHSE, objek wisata bisa dibuka lagi," katanya.‎

Editorial Team