Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PSS Sleman menang atas PSM Makasar dengan skor akhir 3-1. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
PSS Sleman menang atas PSM Makasar dengan skor akhir 3-1. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Intinya sih...

  • PSS Sleman menang 3-1 atas PSM Makassar dengan gol dari Dominikus Dion, Marcelo Cirino, dan Gustavo Tocantins.
  • Betinho berduet dengan Cleberson Martins sebagai palang pintu PSS, berhasil memperkuat pertahanan dan membantu membangun serangan dari belakang.
  • Pelatih Pieter Huistra mengingatkan pemainnya untuk tidak terjebak dalam euforia setelah kemenangan dan tetap fokus pada tiga pertandingan sisa untuk mengamankan posisi tim di Liga 1.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sleman, IDN Times - Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra mengaku puas dengan performa pemainnya, Betinho saat menghadapi PSM Makassar dalam pekan lanjutan Liga 1 2024/2025 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (3/5/2025) malam. 

PSS berhasil memenangi laga itu dengan skor 3-1 lewat gol yang dicetak oleh Dominikus Dion, Marcelo Cirino dan Gustavo Tocantins.

1. Rotasi hadirkan duet manis Cleberson-Betinho

Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra. (Dok. Tim Media PSS)

Pada pertandingan tersebut, Betinho tampil bukan sebagai pemain tengah, melainkan jadi palang pintu PSS berduet dengan Cleberson Martins.

Huistra melihat, rotasi peran Betinho tersebut berkontribusi pada soliditas pertahanan PSS. Pemain berpaspor Brasil itu dianggap mampu beradaptasi dengan baik, bahkan membantu membangun serangan dari belakang.

"Beberapa sesi latihan saya terus mencoba Betinho bermain di posisi bek tengah bersama Cleberson. Dia mempunyai sinergi yang bagus dengan Cleberson yang sebelumnya bermain di klub yang sama," kata Huistra selepas laga.

"Saya tahu dia memiliki kualitas dan dia kesulitan menampilkannya di posisi gelandang. Namun di pertandingan ini, dia menunjukan kualitas di posisi barunya. Ini tentu sangat bagus buat tim," sambungnya.

2. Tak tenggelam dalam euforia dan tetap membumi

PSS Sleman menang atas PSM Makasar dengan skor akhir 3-1. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Kemenangan Laskar Sembada atas Juku Eja, kata Huistra, juga tak lepas dari dukungan suporter yang membuat atmosfer pertandingan menjadi lebih hidup. Kehadiran pemain ke-12 menjadi energi positif bagi para penggawa PSS.

Bagaimanapun, Huistra meminta para pemainnya tak terjebak dalam euforia dan tetap membumi. PSS masih belum aman dari ancaman degradasi. 

"Ini masih awal perjuangan karena masih ada tiga pertandingan menanti dan kami harus tetap membumi," ucapnya.

3. Sapu bersih tiga laga sisa

PSS Sleman kala melakoni sesi latihan di Stadion Maguwoharjo. (Dok. Tim Media PSS)

Dengan posisi PSS yang masih berada di zona merah, bagi Huistra, komitmennya cukup jelas untuk tiga laga sisa melawan PSIS Semarang, Persija Jakarta dan Madura United.

Sebenarnya sangat jelas apa yang harus kami lakukan di sisa tiga pertandingan, yakni sapu bersih kemenangan. Kami juga melihat klub lain lakukan di tiga pertandingan tersebut. Yang paling penting adalah kami menjalankan pekerjaan dengan memenangi tiga pertandingan tersebut," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team