Skuad PSIM Yogya mempersiapkan diri demi laga penentu lolos ke 8 besar Liga 2. (Dok. Tim Media PSIM)
Erwan dan skudnya memandang laga krusial kontra Persiku nanti bukan sebagai tekanan, melainkan motivasi untuk memberikan yang terbaik. Sekalipun, pada laga nanti Laskar Mataram akan kehilangan dua pemain kunci mereka, yakni Muammar Khadafi dan Rendra Teddy.
"Kita sepakat itu satu tim baik itu pemain, pelatih, official, semuanya akan menjadikan laga itu motivasi, bukan beban. Mudah-mudahan kita bisa memberikan yang terbaik," imbuhnya.
PSIM selama berada di bawah kepelatihan Seto Nurdiyantoro mengalami jatuh bangun hingga harus berjuang di laga hidup mati demi lolos ke babak 8 besar Liga 2 2024/2025. Rendra Teddy cs menduduki peringkat ketiga klasemen sementara Grup B dengan raihan 26 poin.
Di bawah kepelatihan Erwan sebagai caretaker, PSIM masih punya peluang untuk lolos ke babak selanjutnya. Tapi, posisi mereka rawan tergeser Adhyaksa FC di posisi keempat dengan jarak satu poin saja. Pada laga pamungkas fase grup PSIM bakal menjamu Persiku Kudus di Stadion Mandala Krida, Sabtu (11/1/2025) sore.
PSIM akan dipastikan masuk babak delapan besar bila menang di laga terakhir, karena meskipun Adhyaksa FC menang melawan Persekat, mereka cuma bisa mengantongi total 28 poin.