Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lawan Bhayangkara FC, Pelatih PSIM Van Gastel Optimis Raih Poin
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel saat konferensi pers jelang menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC. (IDN Times/Muhaimin)
  • PSIM Jogja siap menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC meski kehilangan beberapa pemain akibat skorsing dan cedera, dengan pelatih Van Gastel tetap optimis meraih hasil positif.
  • Van Gastel menilai Bhayangkara memiliki kekuatan fisik dan kecepatan tinggi, sehingga PSIM harus bermain hati-hati agar tidak melakukan kesalahan saat menguasai bola.
  • Pemain PSIM, Reva Adi Utama, menegaskan timnya berlatih intensif dan bertekad membawa pulang poin dari Lampung sebagai bukti semangat juang mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times - PSIM Jogja bakal melakoni laga tandang melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Jumat (17/4/2026). Laga kedua tim diprediksi berjalan sengit, baik tuan rumah maupun PSIM sama-sama kalah dalam laga terakhir.

Pelatih Kepala PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, menegaskan kondisi persiapan timnya terus berjalan optimal. Van Gastel mengakui keadaan tim sedang tidak ideal akibat absennya sejumlah pemain pilar. “Persiapan kami seperti biasa. Memang kami kehilangan dua pemain karena skorsing, kami juga kehilangan dua, tiga pemain karena cedera,” kata Van Gastel.

1. Waspadai lini serang lawan

Pelatih PSIM Yogya, Jean-Paul van Gastel. (IDN Times/Tunggul)

Juru taktik asal Belanda tersebut tetap optimis untuk menjalani laga sore nanti, meski dengan kondisi pemain terbatas. “Tapi di sisi lain, tim saya tahu apa yang harus dilakukan sesuai dengan cara kami ingin bermain,” jelasnya.

Jelang laga, Van Gastel mewaspadai pergerakan lini serang lawan yang dinilai sangat berbahaya. “Tim (Bhayangkara) ini adalah tim yang benar-benar berbeda dibandingkan saat bertanding di Jogja. Jika melihat tiga penyerangnya, mereka sangat berbahaya,” katanya dikutip laman resmi klun, Jumat (17/4/2026).

2. Van Gastel nilai lawan kuat secara fisik

Menurut Van Gastel, Bhayangkara kuat secara fisik. “Mereka kuat secara fisik, kecepatan bermainnya, tapi memang juga transisinya, jadi kita harus waspada. Jika kita sedang menguasai bola, jangan sampai membuat kesalahan yang menguntungkan mereka. Jadi kita harus berhati-hati dengan bagian ini,” jelasnya.

Van Gastel memaparkan ambisi klub kebanggaan warga Yogyakarta ini tetap sama sejak awal musim, demi meraih posisi terbaik klasemen. “Tapi tujuan kami tetap untuk tidak terdegradasi dan kami masih di jalur yang tepat untuk mencapai target itu, tapi saya sangat ambisius, saya mencoba untuk berakhir setinggi mungkin di klasemen.”

3. Pemain tak ingin pulang ke Jogja dengan tangan kosong

Salah satu momen pertandingan pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 antara PSIM Yogyakarta versus PSM Makassar yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Kab. Bantul, pada 10 April 2026. (Instagram.com/psm_makassar)

Sementara itu, Pemain PSIM Jogja, Reva Adi Utama, memastikan rekan setimnya memiliki semangat juang yang tinggi untuk laga nanti. Mereka telah melakukan latihan sangat intensif sebelum terbang ke Lampung.

“Alhamdulillah pemain semua sudah sangat siap untuk pertandingan besok. Persiapan kami sangat baik di minggu-minggu ini dengan intensitas yang tinggi untuk mempersiapkan pertandingan melawan Bhayangkara,” katanya.

Reva menambahkan PSIM sama sekali tidak berniat pulang dengan tangan kosong. Reva berharap bisa kembali ke Jogja dengan membawa poin penuh. “Saya berharap teman-teman dan saya bisa memberikan yang terbaik di lapangan dan bisa mencuri poin semaksimal mungkin dari Lampung. Kami berharap hal-hal baik bisa kami bawa pulang ke Jogja,” kata Reva.

Editorial Team