Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Laga Kandang PSIM Lawan Persija Pindah ke Bali, Ini Alasannya
Logo PSIM (psimjogja.id)
  • Laga kandang PSIM Jogja kontra Persija Jakarta pada 22 April 2026 dipindahkan dari Stadion Sultan Agung, Bantul ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
  • Manajemen PSIM menjelaskan pemindahan dilakukan setelah evaluasi fasilitas dan rekomendasi kepolisian yang menyoroti aspek keamanan serta kapasitas stadion di Bantul.
  • Upaya mencari alternatif stadion lain seperti Jatidiri Semarang sempat dilakukan, namun terkendala jadwal penggunaan sehingga Bali menjadi pilihan final untuk laga tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times - Lokasi pertandingan kandang PSIM Jogja melawan Persija Jakarta lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/2026 dipindah ke Bali. Laga yang akan dilaksanakan pada Rabu (22/4/2026) urung terselenggara di Stadion Sultan Agung, Bantul. Manajemen menetapkan Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar sebagai tempat pengganti.

“Guna memastikan kompetisi tetap berjalan sesuai kalender operator, manajemen memutuskan untuk memindahkan venue pertandingan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali,” Ketua Panpel PSIM Jogja, Wendy Umar Seno Aji,.

1. Prioritaskan keselamatan penonton

Potret Wendy Umar Seno Aji, Ketua Panpel PSIM. (instagram.com/psimjogja_official)

Wendy menerangkan keputusan pemindahan lokasi pertandingan ini berawal dari evaluasi kapasitas fasilitas olahraga di Bantul. Panitia Pelaksana akhirnya memprioritaskan keselamatan penonton menyusul besarnya antusiasme penikmat sepak bola untuk menonton laga tersebut.

“Manajemen dan Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM selalu berkomitmen menjalankan regulasi dan kewajiban sebagai peserta kompetisi BRI Super League 2025/2026. Untuk laga melawan Persija pada 22 April mendatang, seluruh tahapan perizinan dan persiapan operasional di Stadion Sultan Agung (SSA) sesungguhnya telah kami rampungkan dengan baik,” ujar Wendy, Minggu (19/4/2026).

2. Laga sempat dipindah ke Semarang

Venue Stadion Jatidiri Semarang (IDN Times/Dhana Kencana)

Namun, setelah melakukan koordinasi intensif dan mempertimbangkan aspek keamanan berdasarkan rekomendasi kepolisian, manajemen memutuskan kenyamanan seluruh pihak harus menjadi prioritas utama. Mengingat tingginya antusiasme pencinta sepak bola untuk laga krusial ini.

"Kami bersama-sama menilai bahwa kapasitas SSA saat ini belum ideal untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut secara maksimal," terangnya.

PSIM sempat berinisiatif meminjam fasilitas arena di daerah yang lebih dekat jaraknya dari Jogja, antara lain Stadion Jatidiri di Semarang. Akan tetapi, adanya dinamika penjadwalan yang bersamaan dengan pemakaian stadion tersebut, pilihan ini tidak dapat direalisasikan.

Editorial Team