Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
 Tim Super Elang Jawa kalah harus mengakui kemenangan Persela Lamongan
PSS Sleman saat berlaga melawan Persela Lamongan di Stadion Surajaya, 25 Oktober 2025. (Instagram/pssleman)

Intinya sih...

  • PSS Sleman memiliki kenangan pahit dari Persela Lamongan

  • Ansyari Lubis kembali, PSS Sleman dalam motivasi tinggi

  • Persela mengalami penurunan performa dan kehilangan satu pemain penting

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

PSS Sleman berjumpa Persela Lamongan pada pertandingan pekan ke-16 Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026. Bentrok ini bakal berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (18/1/2026) sore. PSS berstatus sebagai tuan rumah.

PSS Sleman cukup diunggulkan dalam pertandingan tersebut. Tim berjuluk Super Elang Jawa atau Super Elja mengantongi modal positif dengan meraih tiga kemenangan beruntun. Ini menjadi kans PSS untuk membalas kekalahan pada pertemuan pertama Championship 2025/2026 dari Persela.

1. PSS Sleman punya kenangan pahit dari Persela

PSS Sleman saat berlaga melawan Persela Lamongan di Stadion Surajaya, 25 Oktober 2025. (Instagram/pssleman)

PSS Sleman mempunyai kenangan pahit jelang menghadapi Persela Lamongan. Super Elja sempat dipermalukan saat bertanding pada putaran pertama Championship 2025/2026. Ketika itu, Gustavo Tocantins mengalami kekalahan 1-2 dari Persela di Stadion Surajaya, Lamongan, pada 25 Oktober 2025.

Itu bukanlah hasil biasa bagi PSS Sleman. Bagaimana tidak, Persela menjadi tim pertama yang memberikan kekalahan mereka di Championship 2025/2026. Tim asal Jawa Timur juga memutus rekor kemenangan beruntun PSS dalam enam pertandingan awal. Ini membuktikan Persela adalah lawan yang tangguh.

2. Ansyari Lubis kembali, PSS Sleman dalam motivasi tinggi

Kendati demikian, PSS Sleman memiliki peluang untuk membalas kekalahan tersebut. Super Elja diunggulkan berbekal peningkatan performa dengan melewati delapan pertandingan tanpa kekalahan. Bahkan, PSS meraup kemenangan dalam tiga laga terakhir atas Persipal FC, Kendal Tornado, dan PSIS Semarang.

PSS Sleman pun diuntungkan dengan kembalinya Ansyari Lubis. Pelatih berusia 55 tahun itu bisa memimpin Super Elja dalam laga menghadapi Persela Lamongan. Sebelumnya, Ansyari Lubis diketahui absen ketika melawan PSIS Semarang akibat akumulasi kartu kuning.

3. PSS Sleman berharap tuah pemain muda yang impresif

Pertandingan PSIS Semarang melawan PSS Sleman dalam laga lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (10/1/2026). (Dok. PSIS)

PSS Sleman melewati laga sebelumnya dengan memetik hasil maksimal di Championship 2025/2026. Super Elja mengalahkan PSIS Semarang 2-1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (10/1/2026). Hasil ini terus menunjukkan dominasi PSS di persaingan grup timur bersama Barito Putera.

Tiga pemain muda PSS Sleman mencatatkan capaian positif dalam laga melawan PSIS. Salah satunya Muhammad Junior Haqi yang menyumbang satu gol. Hebatnya, gol winger berusia 24 tahun terpilih sebagai gol terbaik pada pekan ke-15 Championship 2025/2026.

Ichsan Pratama juga impresif menjaga kedalaman lini lapangan tengah PSS. Sedangkan Fadhilah Tegar Nur Aziz disiplin di area pertahanan. Keduanya masuk dalam sebelas pemain terbaik pekan ke-15 Championship 2025/2026. Capaian tersebut membuka peluang mereka untuk menjadi andalan tim saat menghadapi PSIS Semarang.

4. Persela mengalami penurunan performa

Di sisi lain, Persela Lamongan tidak dalam kondisi terbaik jelang melawan PSS Sleman. Performa mereka diketahui cukup menurun di Championship 2025/2026. Terbukti, tim berjuluk Laskar Joko Tingkir hanya membukukan satu kemenangan, dua kekalahan, dua hasil imbang dalam lima pertandingan terakhir.

Bahkan, Persela melakoni pertandingan terbaru dengan hasil kurang memuaskan. Mereka gagal melibas Barito Putera setelah ditahan imbang 0-0 saat bermain di kandang sendiri, Minggu (11/1/2026). Hasil ini menunjukkan Laskar Joko Tingkir memiliki pekerjaan rumah yang wajib diperbaiki.

5. Persela kehilangan satu pemain penting

PSS Sleman saat berlaga melawan Persela Lamongan di Stadion Surajaya, 25 Oktober 2025. (Instagram/pssleman)

Persela Lamongan memiliki persoalan lain. Mereka kehilangan satu pemain inti, Yoga Pratama, saat menghadapi PSS Sleman. Pemain muda kelahiran 25 Juni 2003 itu bakal absen karena mendapat hukuman kartu merah langsung dalam laga kontra Persiba Balikpapan, Minggu (4/1/2026).

Persoalan tersebut dipastikan mengurangi peta kekuatan lini pertahanan Persela. Sebab, Yoga Pratama cukup diandalkan di sektor bek tengah tim sejauh ini. PSS Sleman semestinya wajib memanfaatkan kondisi timpang Persela untuk meraih kemenangan.

PSS Sleman mempunyai kans besar untuk membalas kekalahan pada putaran pertama Championship 2025/2026 dari Persela Lamongan. Itu berpeluang terwujud jika Gustavo Tocantins dkk tampil solid dan konsisten pada laga pertemuan kedua nanti. Mampukah Super Elja mengamankan tiga poin penuh?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team