Jelang Lawan Borneo FC, PSS Sleman Latihan Bertahan dan Menyerang

- PSS Sleman akan melawan Borneo FC di Stadion Batakan, Balikapapan pada 2/2/2025.
- Vico Duarte menjelaskan persiapan tim dan fokus pada penguatan fisik serta kemistri dengan rekan-rekannya.
- Vico merespons positif terhadap evaluasi kekalahan sebelumnya dan beradaptasi dengan gaya permainan serta budaya sepak bola di Indonesia.
Sleman, IDN Times - PSS Sleman bakal menjalani laga tandang melawan Borneo FC pada Minggu (2/2/2025) sore WITA di Stadion Batakan, Balikapapan.
Jelang laga tersebut, persiapan terus dilakukan Laskar Sembada. Gelandang serang PSS, Vico Duarte menjelaskan timnya telah melakukan persiapan secara menyeluruh.
“Kami menjalani sesi latihan yang sangat kuat hari ini. Coach Mazola membuat beberapa pengamatan tentang tim Borneo dan kami coba untuk mengatasi itu. Kami banyak berlatih hari ini dalam bertahan, menyerang, dan bola mati untuk persiapan menghadapi Borneo nanti,” katanya, Kamis (30/1/2025).
1. Fokus penguatan fisik dan chemistry

Vico menjelaskan persiapan yang dilakukan sebelum bertolak ke Samarinda kontra Pesut Etam julukan Borneo FC pada Jumat (31/1/2025) pagi. Pemilik nomor punggung 10 di skuat PSS ini menambahkan dirinya fokus pada penguatan fisik, memperkuat chemistry dengan rekan-rekannya terutama dalam transisi serangan dan bertahan.
“Kami sangat siap dan fokus untuk pertandingan berikutnya karena telah menjalani minggu latihan yang sangat kuat. Kami tahu bahwa kami akan bermain dengan tim yang sangat kuat yaitu Borneo. Tapi saya yakin tim kami telah berkembang dan meningkat pesat di kompetisi ini dengan berkaca di setiap sesi latihan dan pertandingan,” ungkapnya.
2. Evaluasi setelah kalah dari Semen Padang

Di laga sebelumnya, PSS Sleman mengalami kekalahan 2-4 dari Semen Padang, Vico merespons positif terhadap evaluasi yang sudah dilakukan seusai kalah dari Semen Padang FC. Menurutnya, kekalahan tersebut menurut menjadi alarm bahaya bagi seluruh komponen tim terutama para pemain. Banyak hal positif yang menjadi kekuatan tim menjalani pertandingan tandang melawan Borneo FC.
“Kekalahan kemarin tentu memberi kami banyak peringatan. Kami berbicara banyak tentang pertandingan terakhir tersebut serta menyesuaikan detail yang diberikan Coach Mazola kepada kami menghadapi pertandingan berikutnya,” jelasnya.
3. Mampu beradaptasi dengan cepat

Vico Duarte direkrut PSS Sleman jelang putaran kedua kompetisi Liga 1. Ada peran penting Pelatih Kepala PSS, Mazola Junior yang membantu Vico menjalani adaptasi baik dari gaya permainan serta budaya sepak bola di Indonesia.
“Saya sangat beradaptasi pada saat ini. Pertama kali tiba di PSS, saya diterima dengan sangat baik. Fakta bahwa saya pernah bekerja sama dengan Coach Mazola Junior membuat adaptasi ini jauh lebih mudah. Dengan setiap latihan dan pertandingan saya merasa lebih baik secara fisik,” jelasnya.
Menurutnya, salah satu tantangan utama bagi pemain asing yang baru bermain di Indonesia adalah faktor fisik dan iklim. Kompetisi di Indonesia sering kali berlangsung dalam kondisi cuaca yang panas dan lembab tentu memiliki perbedaan yang biasa dihadapi Duarte.
“Saya sangat beradaptasi dengan iklim, zona waktu, dan makanan di Indonesia khususnya Sleman. Terhitung hari ini saya sudah 40 hari di sini, jadi saya 100 persen beradaptasi dan senang bisa bekerja di PSS dan tinggal di Sleman,” ujarnya.