Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jamu PSM Mkasar di Sultan Agung, PSIM Jogja Bertekad Raih 3 Poin
PSIM Jogja kalah lawan Dewa United pada Jumat (3/4/2026). (Dokumentasi PSIM Jogja)
  • PSIM Jogja bersiap menghadapi PSM Makassar di Stadion Sultan Agung dengan motivasi tinggi meski kehilangan Anton Fase dan Fahreza Sudin karena cedera serta akumulasi kartu.
  • Pelatih Jean-Paul Van Gastel menegaskan persiapan tim tetap konsisten dan fokus memperbaiki penyelesaian akhir setelah menilai efisiensi gol masih menjadi kelemahan utama dalam beberapa laga terakhir.
  • Pemain Savio Sheva menyebut seluruh skuad PSIM bertekad meraih tiga poin penuh, menjadikan hasil kurang maksimal sebelumnya sebagai dorongan untuk tampil lebih optimal di laga kandang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times - PSIM Jogja bersiap menghadapi laga kandang kontra PSM Makassar di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Jumat (10/4/2026). Jelang laga, Laskar Mataram mengusung motivasi tinggi demi mengamankan tiga poin di hadapan pendukung sendiri.

Pelatih Kepala PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, mengakui sejumlah pemain dipastikan absen akibat cedera maupun akumulasi kartu.

“Saat ini Anton Fase masih belum berlatih. Kita kehilangan Fahreza Sudin karena suspensi kartu kuning, dan Ramatsho sudah kembali. Jadi, kita akan kehilangan Anton dan Fahreza besok,” ujarnya dikutip laman resmi klub, Jumat (10/4/2026).

1. Bertekad memenangkan laga

Pelatih PSIM Yogya, Jean-Paul van Gastel. (IDN Times/Tunggul)

Van Gastel menambahkan meski catatan kemenangan tim sedang menjadi sorotan di putaran kedua, juru taktik asal Belanda ini menegaskan proses persiapan tidak mengalami perubahan.

“Persiapannya, seperti biasa, tetap sama terlepas dari hasil yang kita dapatkan, jadi tidak ada perbedaan. Sudah jelas bahwa kami mencoba memenangkan setiap pertandingan. Jadi tidak ada bedanya apakah kami menghadapi Jakarta, Bandung, Jepara, atau Padang. Bagi saya tidak ada bedanya sama sekali,” kata Van Gastel.

2. Van Gastel soroti penyelesaian akhir

Menurut Van Gastel, evaluasi mendalam juga telah dilakukan tim pelatih, terutama pada sisi produktivitas gol. Ia menyoroti efisiensi anak asuhnya dalam memaksimalkan peluang yang tercipta selama sembilan laga terakhir.

“Tentu saja kami sudah berlatih sepanjang musim dalam hal eksekusi dan pengambilan keputusan di sepertiga akhir. Tapi tampaknya kami memiliki kekurangan dalam kemampuan mencetak gol, karena kami butuh banyak energi untuk menciptakan peluang dan butuh banyak peluang untuk mencetak gol,” kataya.

3. Pemain dalam motivasi tinggi

Savio Sheva, pemain muda berusia 23 tahun yang dikenal sebagai gelandang bertalenta tim PSIM Yogyakarta di Liga 2 2024/2025. (psimjogja.id)

Sementara itu, pemain PSIM Jogja, Savio Sheva, menyatakan seluruh penggawa Laskar Mataram memiliki motivasi kuat untuk memenangkan pertandingan melawan PSM. Menurutnya, kegagalan meraih poin maksimal pada laga sebelumnya menjadi pelecut semangat bagi para pemain untuk bisa tampil maksimal.

“Untuk persiapannya, semua pemain sudah siap menghadapi pertandingan besok. Karena kita tahu di pertandingan terakhir kemarin kita kehilangan poin, jadi bagaimanapun besok tiga poin adalah harga mati,” ujar Sheva.

Terkait perannya yang kini sering masuk dalam jajaran starting eleven, Sheva mengaku tidak merasa terbebani. Ia secara mandiri menambah porsi latihan guna menunjang performanya di lapangan.

“Mau main dari babak pertama atau babak kedua, saya harus tampil maksimal. Tentu ada tambahan di luar latihan PSIM, saya tambah latihan di gym,” katanya.

Editorial Team