Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jamu Bali United, Mampukah PSIM Jogja Ulangi Hasil Positif?
PSIM Yogyakarta mengalahkan tuan rumah Bali United dengan skor 3-1 pada Sabtu (20/9/2025). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
  • PSIM Jogja akan menjamu Bali United di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 setelah keduanya gagal menang dalam empat laga terakhir.
  • Pertemuan ini mempertemukan dua pelatih asal Belanda, Jean-Paul van Gastel dan Johnny Jansen, dengan PSIM berada di posisi ke-7 klasemen sementara dan Bali United di peringkat ke-10.
  • Bali United memiliki pertahanan rapuh dengan kebobolan sepuluh gol dari empat laga terakhir, namun tetap berbahaya karena catatan tandang mereka cukup impresif musim ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

PSIM Jogja akan menghadapi pertandingan krusial pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026. Tim kebanggaan Brajamusti dan The Maident ditantang Bali United di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (23/2/2026). Laga ini jadi momentum kedua tim untuk bangkit.

Seperti diketahui, PSIM Jogja dan Bali United mengalami penurunan performa di Super League 2025/2026. Mereka gagal memetik kemenangan dalam empat laga beruntun. Hasil ini membuat keduanya gagal mendongkrak posisi di klasemen sementara.

1. PSIM Jogja cemerlang pada putaran pertama

PSIM Jogja memiliki bekal postif jelang melakoni laga yang berlangsung pukul 20.30 WIB tersebut. Tim dengan sebutan Laskar Mataram mampu mengandaskan Bali United pada putaran pertama Super League 2025/2026. PSIM bahkan meraih kemenangan telak 3-1 di kandang lawan, Sabtu (20/9/2025).

Gol kemenangan PSIM kala itu dicetak oleh Pulga Vidal, Anton Fase, dan Raka Cahyana. Sedangkan satu-satunya gol Bali United datang dari Mirza Mustafic lewat eksekusi tendangan penalti. Hasil ini memberi gambaran Laskar Mataram punya soliditas tim yang tak kalah mumpuni.

2. Kedua tim dalam catatan buntu

Hanya saja, PSIM Jogja dan Bali United dalam situasi berbeda saat ini. Keduanya gagal meraih kemenangan dalam empat pertandingan Super League 2025/2026. PSIM dan Bali United dipastikan mengusung ambisi besar untuk mengakhiri kebuntuan tersebut.

PSIM sebelumnya mengalami kekalahan dari Persebaya Surabaya dan Borneo FC. Laskar Mataram lalu melewati dua laga terakhir Super League 2025/2026 dengan imbang kontra Persis Solo dan Persik Kediri. Sedangkan, kemenangan terakhir PSIM terjadi saat membantai Madura United 3-0 pada 10 Januari 2026.

Bali United mempunyai rapor lebih tidak menguntungkan. Sempat imbang lawan Semen Padang, tim berjuluk Serdadu Tridatu itu dipaksa mengakui keunggulan Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta dalam tiga laga terbaru. Ini membuat Bali United dalam pekerjaan rumah besar jelang menghadapi PSIM Jogja.

3. Laga pertemuan dua pelatih asal Belanda

PSIM Yogyakarta mengalahkan tuan rumah Bali United dengan skor 3-1 pada Sabtu (20/9/2025). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Bentrok PSIM Jogja lawan Bali United pada pekan ke-20 Super League 2025/2026 menyajikan fakta menarik. Laga ini mempertemukan dua pelatih berkebangsaan Belanda, yaitu Jean-Paul van Gastel bersama Laskar Mataram dan Johnny Jansen untuk Serdadu Tridatu. Kedua nama itu datang ke Indonesia pada awal musim.

Namun, van Gastel mengantongi rapor lebih baik. Eks pelatih Feyenoord U-19 ini membukukan delapan menang, delapan imbang, lima kalah dari 21 laga selama menukangi PSIM Jogja per 22 Februari 2026. Mereka menduduki peringkat k-7 klasemen sementara Super League dengan 32 poin.

Johnny Jansen, di lain sisi, rapornya bersama Bali United tergambar lewat tujuh menang, tujuh imbang, tujuh kalah dalam 21 laga. Juru taktik berusia 50 tahun itu membuat Serdadu Tridatu terdampar di peringkat ke-10 klasemen sementara Super League. Ini menjadi tantangan Jansen untuk menandingi capaian van Gastel.

4. Bali United lengah di barisan pertahanan

Bali United mempunyai celah yang bisa dimanfaatkan PSIM Jogja. Serdadu Tridatu rapuh di barisan pertahanan. Ini terbukti setelah gawang mereka kebobolan sepuluh gol dari empat pertandingan saja.

Bali United masing-masing kecolongan tiga gol kontra Semen Padang, Persik, dan Persebaya. Serdadu Tridatu kebobolan satu gol ketika dipecundangi Persija dengan skor 0-1 pada Minggu (15/2/2026). Rapor ini menjadi sinyal bahaya tim besutan Johnny Jansen.

Lini belakang Bali United sebenarnya diperkuat pemain berkualitas, antara lain Joao Vitor Ferrari, Kadek Arel, dan Ricky Fajrin. Serdadu Tridatu bahkan mempunyai kiper asing, Mike Hauptmeijer, dengan penyelematan terbanyak (82 save) di Super League 2025/2026. Namun, semua tidak menjamin barisan pertahanan Bali United solid pada tiap laga.

5. Waspada rapor tandang Bali United

PSIM Jogja tetap wajib mewaspadai Bali United. Diketahui, Serdadu Tridatu memiliki rapor cukup apik dalam pertandingan tandang Super League 2025/2026. Bali United melewati empat laga tandang terakhir dengan mengemas tiga menang dan satu kalah.

Skuad racikan Johnny Jansen sebelumnya menang di kandang Borneo FC, PSBS Biak, dan PSM Makassar. Bali United kemudian kalah 2-3 dari Persik pada partai tandang terbaru, Jumat (30/1/2026). Rapor itu adalah cerminan Serdadu Tridatu berpotensi bikin kejutan di markas PSIM Jogja.

PSIM Jogja unggul di atas kertas ketimbang Bali United. Ini menjadi modal Laskar Mataram untuk tampil maksimal di markas sendiri. Mampukah PSIM mengulangi hasil positif kontra Bali United seperti pada putaran pertama Super League 2025/2026?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team