Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PSS Sleman kembali membawa pulang satu poin usai bermain imbang 1–1 melawan tuan rumah Persipura Jayapura pada lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 pekan ke-17 di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Sabtu (24/1/2026).
PSS Sleman kembali membawa pulang satu poin usai bermain imbang 1–1 melawan tuan rumah Persipura Jayapura pada lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 pekan ke-17 di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Sabtu (24/1/2026). (instagram.com/pssleman)

Intinya sih...

  • PSS Sleman bermain imbang 1–1 melawan Persipura Jayapura pada pekan ke-17 Pegadaian Championship 2025/2026 dan membawa pulang satu poin penting.

  • Ansyari Lubis mengakui timnya kurang siap di awal babak kedua sehingga kebobolan, serta menerima keputusan VAR yang menganulir gol Kim Jeffrey.

  • Persaingan Grup Timur dinilai makin ketat, namun PSS tetap fokus dan konsisten mengejar target promosi ke Liga 1.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sleman, IDN Times - PSS Sleman kembali membawa pulang satu poin usai bermain imbang 1–1 melawan tuan rumah Persipura Jayapura pada lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 pekan ke-17 di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Sabtu (24/1/2026) sore WIT.

Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis, mengaku bersyukur dengan hasil tersebut. “Poin ini menjadi sangat penting bagi, mengingat persaingan di grup timur yang berlangsung sangat ketat,” ujarnya usai pertandingan, dilansir laman resmi PSS.

1. Akui kecolongan di babak kedua

Pada babak pertama, PSS Sleman tampil solid dan mampu memaksimalkan peluang yang didapat. Super Elang Jawa berhasil unggul lebih dulu lewat gol Dominikus Dion pada menit ke-37. Namun, keunggulan tersebut tak bertahan hingga akhir laga. Persipura berhasil menyamakan skor di awal babak kedua setelah meningkatkan intensitas serangan.

“Sangat disayangkan, pada awal babak kedua, Persipura tampil lebih menekan. Kami kurang siap di menit-menit awal babak kedua, dan hal tersebut membuat kami kebobolan,” kata Ansyari.

2. Wasit anulir gol salto Kim Jeffrey

Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis. (pssleman.id)

PSS Sleman sempat memiliki peluang emas untuk memastikan kemenangan melalui tendangan salto Kim Jeffrey Kurniawan. Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah dilakukan peninjauan melalui VAR. Ansyari menerima keputusan itu dengan lapang dada.

“Ketika kami merasa yakin itu adalah gol, namun dengan adanya VAR, keputusan akhir tetap harus di terima. Tentu ada rasa kecewa, terutama bagi Kim, tetapi itulah sepak bola. Harus terus melangkah ke depan dan fokus pada pertandingan berikutnya, yang jauh lebih penting,” ujarnya.

3. PSS tetap fokus pada target naik kasta

Hasil imbang tersebut membuat persaingan di Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026 kian ketat, khususnya di papan atas klasemen. Menurut Ansyari Lubis, kondisi ini menuntut PSS Sleman untuk terus menjaga fokus dan konsistensi agar tetap berada dalam jalur persaingan sesuai target musim ini.

“Menurut saya, kondisi ini justru bagus untuk persaingan. Dengan peluang yang terbuka bagi semua tim, maka kunci keberhasilan ada pada kesiapan masing-masing tim. Tim yang mampu mempersiapkan diri dengan paling baik, itulah yang pada akhirnya akan berhasil. Sedikit saja lengah, tim lain bisa memanfaatkan situasi tersebut untuk naik ke posisi atas,” tegasnya.

Ketatnya persaingan di Grup Timur, kata Ansyari, tidak mengubah target PSS sejak awal kompetisi, yakni lolos ke Liga 1 musim depan. Ia menyebut situasi tersebut justru menjadi motivasi bagi tim untuk terus meningkatkan kerja keras.

“Oleh karena itu, kita terus mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin, baik dari sisi tim maupun individu pemain. Sebab, jika kami sedikit lengah, tim lain siap memanfaatkan kesempatan tersebut dan bisa mengambil posisi di atas kami. Itu yang menjadi fokus kami saat ini,” tandas Ansyari Lubis.

Editorial Team