Memasuki babak kedua, PSIM masih mendominasi penguasaan bola, sedangkan Semen Padang di bawah komando kapten Angelo Meneses tetap bertumpu pada organisasi bertahan, sembari sesekali melepas serangan balik cepat.
Momen krusial didapat PSIM di menit ke-61 setelah wasit menunjuk titik putih. Ze Valente maju sebagai algojo. Arah tendangannya mampu dibaca Arthur, tapi bola tetap meluncur ke gawang Semen Padang. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan tim tuan rumah.
Ze Valente bisa saja mencetak brace beberapa menit berselang jika tendangannya dari dalam kotak penalti tak mampu diamankan Arthur.
Semen Padang bermain lebih terbuka dan meningkatkan agresivitas serangan untuk mengejar ketertinggalan. Beberapa peluang tercipta, kendati tim asuhan Dejan Antonic itu belum mampu menjebol lini pertahanan PSIM.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap tak berubah. PSIM mengunci tiga poin, sedangkan Semen Padang harus pulang dengan tangan hampa dari SSA.