Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Persis Solo bermain imbang dengan PSIM Yogyakarta dengan skor 2-2.
PSIM Yogyakarta saat menghadapi Persis Solo di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (8/11/2025). (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Intinya sih...

  • PSIM dan Persis dalam catatan buntu

  • PSIM mendapat apresiasi meski puasa kemenangan

  • PSIM berharap tuah Jop van der Avert

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times - Kompetisi BRI Super League 2025/2026 pekan ke-20 bakal menyajikan beberapa pertandingan menarik. Satu di antaranya PSIM Jogja lawan Persis Solo. Laga bertajuk Derbi Mataram tersebut bakal dihelat di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (6/2/2026) sore.

Duel PSIM lawan Persis dipastikan berlangsung sengit. Kedua tim bakal mempertaruhkan adu gengsi di lapangan. Terlebih, mereka membutuhkan tambahan poin demi mengerek posisi di klasemen Super League musim ini.

1. PSIM dan Persis dalam catatan buntu

PSIM Jogja dan Persis Solo kompak dalam situasi tidak maksimal. Kedua tim gagal meraih kemenangan dalam dua pertandingan terakhir Super League 2025/2026. Ini menjadikan mereka punya tekad untuk segera memutus kebuntuan tersebut.

Tren menurun PSIM terjadi saat menghadapi dua klub besar. Tim berjuluk Laskar Mataram sempat dipermalukan Persebaya Surabaya dengan kekalahan 0-3 di kandang sendiri pada 25 Januari 2026. PSIM juga mengalami kekalahan 1-2 di markas Borneo FC Samarinda pada 1 Februari 2026.

Sementara itu, Persis Solo punya rapor tidak berbeda. Tim asal Jawa Tengah selalu tumbang dari Borneo FC dan Persib Bandung dengan skor identik 0-1. Ini memutus catatan positif Persis setelah meraih kemenangan 3-2 atas Semen Padang pada 11 Januari 2026.

2. PSIM mendapat apresiasi meski puasa kemenangan

PSIM Jogja mendapat apresiasi dari Pelatih Jean-Paul van Gastel walau puasa kemenangan. Juru taktik asal Belanda itu menilai anak asuhnya menampilkan skema permainan yang lebih atraktif. Ini penting untuk mengarungi Super League 2025/2026 yang berlangsung masih panjang.

"Pada dasarnya saya pikir kami bermain cukup bagus, sama seperti saat melawan Persebaya, hanya saja kami berada di sisi skor yang belum beruntung. Cara kami menampilkan performa di lapangan, saya pikir itu sangat positif," terang van Gastel dilansir laman resmi klub, Minggu (1/2/2026).

Tanggapan positif itu menjadi bekal bagi PSIM Jogja. Artinya, pemain Laskar Mataram mampu menerima arahan pelatih demi menyelaraskan visi dan misi bermain. Ini berguna untuk menciptakan soliditas tim yang lebih kuat.

3. PSIM berharap tuah Jop van der Avert

PSIM Jogja merekrut pemain baru, Jop van der Avert, pada bursa transfer paruh Super League 2025/2026. Ia merupakan pemain muda kelahiran 11 Mei 2000, Bergen op Zoom, Belanda. Sosok berusia 25 tahun ini bakal memperkuat barisan pertahanan Laskar Mataram.

Jop van der Avert didatangkan PSIM untuk menggantikan peran sementara dua bek asing, yaitu Franco Ramos Mingo dan Yusaku Yamadera. Franco absen panjang akibat hukuman kartu merah langsung kontra Madura United, Sabtu (10/1/2026). Sedangkan, Yusaku punya kendala kebugaran tubuh.

Jop van der Avert diprediksi debut saat melawan Persis Solo. Ia dipercaya memperkuat benteng pertahanan PSIM Jogja yang sebelumnya dipimpin Franco Ramos. Jop memiliki opsi untuk berduet dengan Andi Setyo dan Rendra Teddy di sektor bek tengah Laskar Mataram.

4. PSIM wajib mewaspadai perubahan skuad Persis Solo

Persis Solo pun melakukan perombakan skuad secara besar-besaran. Mereka melepas Gervane Kastaneer, Giovani Numberi, Cleylton Santos, Gianluca Pandeynuwu, Zulfahmi Arifin pada paruh Super League 2025/2026. Bahkan, Persis melepas dua pemain kunci asal Jepang, Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka, dengan status pinjaman.

Keputusan besar diambil Persis demi bangkit dari keterpurukan. Pasalnya, mereka masih terbenam di dasar klasemen Super League 2025/2026 dengan mengemas 10 poin dari 19 laga. Persis memilih untuk mengambil risiko di bawah komando pelatih baru, Milomir Seslija.

Persis Solo tentu mendapat atensi lebih. Mereka telah mendatangkan beberapa pemain asing, antara lain Clayton (striker), Jefferson Carioca (winger), dan Dimitri Lima (playmaker). Kehadiran ketiganya berpeluang menjadi kekuatan baru tim.

5. Rekor head to head PSIM lawan Persis

PSIM Jogja dan Persis Solo sempat berhadapan pada putaran pertama Super League 2025/2026. Bentrok mereka ketika itu berakhir dengan skor imbang 2-2 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (8/11/2025). Ini menggambarkan duel PSIM dan Persis selalu alot. Berikut rapor kedua tim dalam lima pertandingan terakhir.

PSIM Jogja:

  • PSIM 2-2 PSBS Biak - 29 Desember 2025

  • PSIM 1-0 Semen Padang - 4 Januari 2026

  • Madura United 0-3 PSIM - 10 Januari 2026

  • PSIM 0-3 Persebaya Surabaya - 25 Januari 2026

  • Borneo FC 2-1 PSIM - 1 Februari 2026

Persis Solo:

  • Persik Kediri 2-1 Persis - 27 Desember 2025

  • Persis 1-3 Persita Tangerang - 4 januari 2026

  • Semen Padang 2-3 Persis - 11 Januari 2026

  • Persis 0-1 Borneo FC - 23 januari 2026

  • Persis 0-1 Persib Bandung - 31 Januari 2026

PSIM Jogja dan Persis Solo kompak punya kans untuk menang pada pertandingan pekan ke-20 Super League 2025/2026. Laga ini menjadi modal persaingan kedua tim ke depannya. Sebagai tuan rumah, mampukah PSIM Jogja merebut kemenangan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team