Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Para pemain PSS gagal memanfaatkan peluang sehingga kalah dari Borneo FC. (Dok. Tim Media PSS)
Para pemain PSS gagal memanfaatkan peluang sehingga kalah dari Borneo FC. (Dok. Tim Media PSS)

Intinya sih...

  • PSS Sleman kalah 1-0 dari Borneo FC di Minggu (2/2/2025) sore.
  • Mazola mengakui anak asuhnya gagal memanfaatkan peluang mencetak gol, sementara Borneo mampu mencetak gol melalui Dwiky Hardiansyah.
  • Kurangnya ketenangan dalam mengeksekusi bola menjadi faktor penyebab PSS gagal mencetak gol, meski memiliki beberapa peluang emas.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sleman, IDN Times - Pelatih PSS Sleman, Mazola Junior mengakui keunggulan Borneo FC usai tim asuhannya kalah 1-0 di Minggu (2/2/2025) sore.

Di lain sisi, Mazola juga mengamini soal anak-anak asuhnya yang tak mampu memanfaatkan sejumlah peluang untuk mencetak gol.

1. Dua tim hasilkan banyak kesempatan

PSS Sleman kalah melawan Borneo FC pada laga lanjutan Liga 1 2024/2025 yang digelar di Stadion Batakan, Kalimantan Timur, Minggu (2/2/2025). (Instagram/pssleman)

Mazola mengatakan , baik PSS maupun Borneo sama-sama memiliki peluang yang semestinya bisa membuat laga bertabur gol. Bedanya, Pesut Etam asuhan Joaquin Gomez mampu mengonversi salah satu peluangnya menjadi gol, sementara PSS tidak dapat melakukannya.

Gol Borneo FC dicetak pemain muda, Dwiky Hardiansyah yang mampu memanfaatkan umpan silang Peralta Bauer dari sisi kiri pada menit ke-8.

"Pertandingan seimbang sebenarnya. Mereka punya dua hingga tiga kesempatan mencetak gol dari situ mereka bisa mencetak gol. Kita punya tiga kesempatan untuk mencetak gol dan kita nggak bisa masukin," kata Mazola.

2. Kurang tenang di depan gawang

Pelatih PS Sleman, Mazola Junior. (Dok. PT LIB)

Mazola pun mengungkap kurangnya ketenangan pemain dalam mengeksekusi bola menjadi salah satu faktor penyebab PSS gagal mencetak gol dalam laga ini.

Salah satu kesempatan emas didapat PSS di babak pertama. Kala itu, Marcelo Cirino gagal memanfaatkannya saat sudah berhadapan satu lawan satu dengan Nadeo Argawinata.

Di permulaan babak kedua, eksekusi Vico Duarte dari dalam kotak penalti juga bisa dimentahkan oleh Nadeo.

Kiper berusia 27 tahun ini menjadi batu sandungan buat PSS. Peluang berupa tandukan Cleberson Souza juga berhasil digagalkannya pada menit ke-64.

"Tapi tim kita usaha dan kerja keras di lapangan. Mungkin jika lebih tenang di depan gawang itu kita bisa mencetak gol," kata Mazola.

"Selamat untuk Borneo, mereka lebih detail dan lebih letal daripada kita untuk mencetak gol dan memenangkan pertandingan," pungkas Mazola.

3. Pemain akui kurang beruntung, fokus tatap laga berikutnya

PSS Sleman kalah melawan Borneo FC pada laga lanjutan Liga 1 2024/2025 yang digelar di Stadion Batakan, Kalimantan Timur, Minggu (2/2/2025). (Instagram/pssleman)

Pemain belakang PSS, Dia Syayid Alhawari menilai performa klubnya tidak terlalu buruk, meski mengamini banyak peluang yang terbuang.

"Mungkin hari ini kami kurang beruntung saja. Tim lawan lebih bagus di depan gawang untuk mencetak gol. Kami fokus untuk pertandingan selanjutnya lawan Bali (United) di kandang. Saya harap bisa dapat tiga poin," kata pemain muda pinjaman dari Persija Jakarta itu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team