Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
sepak bola
ilustrasi sepak bola (pexels.com/pablo-gomez)

Intinya sih...

  • Vukasin Vranes tampil gemilang di bawah mistar, mengamankan tendangan dari PSIM dan membuat peluang bagi Persis Solo.

  • Peluang bertubi-tubi tak berbuah gol, dengan kedua tim saling serang namun gagal mencetak gol hingga akhir pertandingan.

  • Hasil seri membuat PSIM tetap di posisi 7 klasemen sementara tanpa kemenangan dalam tiga laga terakhir, sementara Persis Solo masih di dasar klasemen.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times - PSIM Yogyakarta ditahan imbang oleh Persis Solo dalam pekan lanjutan Super League 2025/2026 yang digelar di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (6/2/2026) sore.

Laskar Mataram tampil menekan dalam duel bertajuk Derbi Mataram ini, tapi mereka kesulitan menembus pertahanan tim tamu yang diperkuat delapan pemain anyar sejak awal laga. Gelandang bertahan Andrei Alba, yang baru diperkenalkan Jumat (30/1/2026) lalu diturunkan dan didapuk menjadi kapten skuad Laskar Sambernyawa.

Adapun PSIM tampil kurang tajam di lini depan seiring absennya Deri Corfe dan Anton Fase di laga ini.

1. Vukasin Vranes gemilang di bawah mistar

Kedua tim tampil cukup berhati-hati di permulaan babak pertama. Riyatno Abiyoso membuka peluang PSIM dengan tendangan saltonya di menit ke-15. Sepakannya kurang bertenaga dan begitu mudahnya ditangkap kiper Persis, Vukasin Vranes.

Delapan menit berselang, giliran kiper PSIM, Cahya Supriadi yang mampu mengamankan sundulan Irfan Jauhari. Semenit kemudian, Fahreza Sudin mengancam lewat tendangan kerasnya yang masih bisa diantisipasi Vukasin.

Selanjutnya, kedua tim saling serang meski tak satu pun berbuah gol. PSIM punya peluang emas di menit ke-40 saat Fahreza Sudin berhadapan satu lawan satu dengan Vukasin.

Kendati, kiper asing pertama dalam sejarah Persis itu masih terlalu tangguh. Sepakan Fahreza sukses dihalaunya. Peluit tanda berakhirnya babak pertama dibunyikan, skor masih 0-0.

2. Peluang bertubi-tubi tak berbuah gol

Tuan rumah mendominasi permainan di babak kedua. Pada menit ke-55, umpan Riyatno Abiyoso dari sisi kiri gagal dimaksimalkan oleh Pulga Vidal. Bola sepakannya masih melebar dari gawang Persis.

Pada menit ke-75, Roman Papariga bisa saja membawa Persis unggul. Hanya saja Cahya Supriadi cukup sigap menepisnya.

Pulga Vidal nyaris memecah kebuntuan di laga ini, tapi sayang bola tandukannya masih membentur tiang gawang.

Pada menit ke-81 para pemain PSIM mendesak wasit untuk mengecek VAR usai bola dianggap mengenai tangan Kadek Raditya. Tapi, wasit tak bergeming dan memutuskan laga tetap lanjut.

Tekanan demi tekanan yang diberikan PSIM tak kunjung membuahkan hasil hingga laga berakhir dengan skor kacamata.

3. Tiga laga tanpa kemenangan

Hasil seri tak membuat peringkat PSIM beranjak. Skuad asuhan Jean-Paul van Gastel tertahan di posisi 7 klasemen sementara dengan raihan 31 poin.

Mereka juga belum memenangkan satu laga pun dari tiga pertandingan terakhir. Dua partai sebelumnya mereka takluk dari Persebaya Surabaya da Borneo FC.

Sedangkan Persis belum keluar dari dasar klasemen. Tim kebanggaan Kota Solo baru mengemas 11 poin.

Editorial Team