Sebelum diberhentikan dari klub, Dwi Pilihanto terlebih dahulu dijatuhi sanksi larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup oleh Panitia Disilpin (Pandis) Asprov PSSI DIY, Rabu (7/1/2026) kemarin.
Sanksi dijatuhkan buntut aksi Dwi mengangkat kaki terlalu tinggi dan mengarah ke wajah pemain UAD FC, Amirul Muttaqin, pada pertandingan Liga 4 DIY di Lapangan Sitimulyo, Bantul, Selasa (6/1/2026).
Tak hanya larangan beraktivitas seumur hidup di kompetisi sepak bola Indonesia, Pandis DIY juga menetapkan denda sebesar Rp1 juta kepada Dwi. Atas sanksi itu, manajemen KAFI Jogja menerimanya dan memutuskan tak akan mengajukan banding.
"Kalau dari manajemen KAFI, kita menerima dengan baik apapun keputusan Komdis PSSI. Kita berusaha menjunjung tinggi fair play dan menaati aturan yang berlaku," papar Hasanudin.
"Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pemain dan pihak pihak yang terlibat dalam kancah sepakbola tanah air, dan tidak terulang kembali di kemudian hari," sambungnya.