5 Fakta Roken Tampubolon, Supersub PSIM Yogyakarta

- PSIM Yogyakarta juara Liga 2 Indonesia 2024/2025 setelah mengalahkan Bhayangkara FC 2-1 di final, memastikan promosi ke Liga 1.
- Daniel Roken Saputra Tampubolon, pemain kelahiran Bekasi, berperan sebagai supersub dengan kontribusi 2 gol dan 2 assist dalam 9 penampilan bersama PSIM.
- Roken Tampubolon memiliki karier panjang di Liga 2, mulai dari Jember United hingga Sulut United sebelum akhirnya membawa PSIM menjadi juara.
Perjuangan PSIM Yogyakarta di Liga 2 Indonesia 2024/2025 berakhir manis. Tim asuhan Erwan Hendarwanto ini keluar sebagai juara usai mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor 2-1 di pertandingan final pada Rabu (26/2/2025). Hasil itu membuat PSIM mendapat tiket promosi ke kasta tertinggi Liga 1.
Para penggawa berjasa mengantar tim berjuluk Laskar Mataram berlaga di Liga 1, salah satunya adalah Daniel Roken Saputra Tampubolon, pemain kelahiran Bekasi, Jawa Barat, pada 5 April 1999. Pria berusia 26 tahun ini dikenal sebagai supersub PSIM di Liga 2 2024/2025.
1. Memulai karier profesional pada 2017

Sosok dengan sapaan akrab Roken Tampubolon ini adalah pemain yang memiliki kecepatan. Di atas lapangan, pria bertinggi badan 160 sentimeter itu punya keterampilan sebagai penyerang sayap. Ia bisa bermain di sektor lapangan kanan maupun kiri.
Karier profesional Roken Tampubolon dimulai pada 2017. Kala itu, ia bermain untuk Jember United, yang kini bernama AC Majapahit. Tampubolon akhirnya hijrah ke Klub Sepak Bola Tiga Naga pada 2018 hingga berstatus tanpa klub pada 2020.
2. Cukup lama mengenyam karier di Sulut United
Setahun berjalan, Roken Tampubolon akhirnya dipinang Sulut United pada Oktober 2021. Kebersamaan mereka terjadi saat menyongsong Liga 2 Indonesia musim 2021/2022. Kiprahnya berlangsung cukup lama bersama tim asal Manado, Sulawesi Utara tersebut.
Roken Tampubolon bertahan dalam kurun dua musim kompetisi berseragam Sulut United. Tercatat, Tampubolon berkontribusi dengan statistik delapan penampilan bermain hingga 301 menit selama membela Sulut United.
3. Berjasa membawa Semen Padang Promosi ke Liga 1
Selesai kontrak dengan Sulut United, Roken Tampubolon memutuskan hengkang ke Semen Padang. Kedatangannya kali ini untuk berkiprah di Liga 2 Indonesia 2023/2024. Menariknya, ia berhasil menorehkan pencapaian apik bersama Semen Padang.
Mereka keluar sebagai finalis Liga 2 2023/2024. Sialnya, Semen Padang mesti keok dengan agregat 0-6 dari PSBS Biak pada pertandingan penentuan gelar juara. Meski demikian, status runner-up tetap membuat tim berjuluk Kabau Sirah tersebut promosi ke Liga 1.
Roken Tampubolon bukan tanpa kontribusi di balik pencapaian positif Semen Padang. Dirinya berkontribusi lewat 3 assist dari 17 penampilan dengan bermain selama 956 menit di Liga 2 2023/2024, dan menjadi salah satu pemain yang diandalkan.
4. Hijrah ke PSIM Yogyakarta menjadi supersub
Sayang, kebersamaan Roken Tampubolon dengan Semen Padang ternyata tak berlangsung lama. Setelah kontrak kerjanya berakhir pada pertengahan 2024, akhirnya berlabuh ke PSIM Yogyakarta.
Kesuksesan kembali diraih Roken Tampubolon saat memperkuat PSIM dengan menjuarai Liga 2 Indonesia 2024/2025, mengalahkan Bhayangkara FC pada partai puncak kompetisi. Sekaligus membuat PSIM promosi ke Liga 1.
Roken Tampubolon layak mendapat sebutan sebagai pemain supersub di PSIM, kontribusinya terealisasi melalui sumbangan 2 gol dan 2 assist hanya dari 9 penampilan selama 320 menit bermain bersama PSIM.
5. Mencetak gol pada grand final Liga 2 2024/2025

Bahkan pemain beusia 26 tahun ini menjadi salah satu pencetak gol PSIM Yogyakarta pada grand final Liga 2 2024/2025 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2025) sore WIB.
Dalam laga yang berlangsung hingga babak tambahan 2×15 menit tersebut, Roken Tampubolon mencatatkan namanya di papan skor untuk PSIM pada menit 90+6. Gol itu menggenapkan gol yang sebelumnya dibukukan bomber asing, Rafinha. Gol Tampubolon sekaligus mengunci gelar juara PSIM di Liga 2 2024/2025 hingga meraih tiket promosi ke Liga 1.
Roken Tampubolon telah memberi warna tersendiri dalam perjalanan bersejarah PSIM Yogyakarta di kancah sepak bola Indonesia. Apakah determinasinya kembali terlihat bersama pasukan Laskar Mataram di Liga 1 musim 2025/2026 mendatang?