Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
The Legend of Heroes: Trails Beyond the Horizon (kiri), Pathologic 3 (tengah), dan Code Vein 2 (kanan).
The Legend of Heroes: Trails Beyond the Horizon (kiri), Pathologic 3 (tengah), dan Code Vein 2 (kanan). (IDN Times/Bonaventura Sigit/bt)

Intinya sih...

  • Januari 2026 menghadirkan variasi genre yang lebih luas dibanding reputasinya sebagai bulan sepi.

  • RPG dan horror menjadi genre yang paling menonjol di awal tahun ini.

  • Beberapa game indie dan free-to-play berpotensi mencuri perhatian komunitas lebih luas.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Januari sering dianggap sebagai bulan pembuka yang tenang dalam kalender rilis game. Namun, pola itu tidak sepenuhnya berlaku di awal 2026.

Meski tidak dipenuhi blockbuster berskala raksasa, Januari tetap menghadirkan deretan game baru dengan konsep kuat, variasi genre lebar, dan potensi menarik bagi pemain yang ingin memulai tahun dengan pengalaman segar.

Fokus rilis bulan ini juga cukup jelas. Banyak pengembang memanfaatkan Januari untuk melepas game eksperimental, sekuel yang sudah lama ditunggu, hingga early access yang menyasar komunitas lebih awal.

Dari horor yang sengaja menekan pemain, action RPG bergaya soulslike, sampai game indie dengan identitas visual kuat, Januari 2026 menyimpan lebih banyak hal menarik daripada yang terlihat di permukaan.

Berikut deretan game baru yang akan rilis pada Januari 2026 dan wajib ditunggu para gamer menurut penulis.

1. Pathologic 3 (9 Januari 2026)

cuplikan Pathologic 3 (dok. Ice-Pick Lodge/Pathologic 3)

Pathologic 3 menjadi pembuka kuat untuk Januari 2026, terutama bagi pemain yang menyukai game dengan tekanan psikologis tinggi.

Dikembangkan oleh Ice-Pick Lodge, seri ini dikenal sebagai horror RPG yang tidak ramah pemain, baik dari sisi narasi maupun sistem gameplay. Pendekatan tersebut justru menjadi daya tarik utama bagi komunitas yang mencari pengalaman berbeda dari game arus utama.

Sebagai kelanjutan dari Pathologic 2, game ini kembali menempatkan pemain di dunia yang sengaja dirancang penuh friksi. Sistem permainan menuntut manajemen waktu, sumber daya, dan pilihan moral yang sering kali tidak memiliki solusi ideal.

Di tengah tren game yang semakin akomodatif, Pathologic 3 hadir sebagai judul yang tetap mempertahankan identitas kerasnya.

2. Quarantine Zone: The Last Check (12 Januari 2026)

cuplikan Quarantine Zone: The Last Check (dok. Brigada Games/Quarantine Zone: The Last Check)

Quarantine Zone: The Last Check mencuri perhatian bahkan sebelum rilis berkat demo gratis yang viral di TikTok. Game ini mengusung konsep pemeriksaan penyintas wabah zombie di sebuah pos karantina, dengan mekanik yang mengingatkan pada Papers, Please. Tugas pemain adalah mendeteksi tanda-tanda infeksi sebelum mengizinkan seseorang melanjutkan perjalanan.

Ketegangan utama datang dari tekanan waktu dan konsekuensi keputusan yang diambil. Setiap kesalahan bisa berdampak langsung pada penyebaran wabah atau nasib karakter yang diperiksa.

3. The Legend of Heroes: Trails Beyond the Horizon (15 Januari 2026)

cuplikan The Legend of Heroes: Trails Beyond the Horizon (dok. Nihon Falcom/The Legend of Heroes: Trails Beyond the Horizon)

Trails Beyond the Horizon menandai kedatangan lanjutan seri Trails ke pasar global. Sebagai RPG science fantasy, game ini melanjutkan reputasi seri Trails yang dikenal dengan world-building detail dan narasi panjang yang saling terhubung antar judul.

Rilis pada pertengahan Januari membuatnya menjadi salah satu sorotan utama bagi penggemar JRPG. Game ini memperluas konflik politik dan teknologi dalam semestanya, sekaligus memperkenalkan karakter dan wilayah baru.

Dengan sistem pertarungan turn-based khas seri Trails dan fokus kuat pada cerita, Trails Beyond the Horizon mengisi ruang RPG naratif di awal tahun.

4. Arknights: Endfield (22 Januari 2026)

cuplikan Arknights: Endfield (dok. Hypergryph/Arknights: Endfield via XboxEra)

Arknights: Endfield hadir sebagai evolusi dari franchise Arknights, beralih ke format action RPG dengan dunia 3D. Dirilis sebagai game free-to-play, Endfield mengombinasikan eksplorasi area luas, pertarungan real-time, dan elemen strategi yang tetap terasa dari akar seri sebelumnya.

Game ini menargetkan pemain lama sekaligus audiens baru. Pendekatan multiplatform juga memperluas jangkauan Endfield, terutama dengan fokus pada pengalaman live-service.

Dengan sistem karakter bergaya anime, progresi jangka panjang, dan konten berkelanjutan, Arknights: Endfield menjadi salah satu rilis paling relevan di segmen game live-service pada Januari.

5. Highguard (26 Januari 2026)

cuplikan Highguard (dok. Wildlight Entertainment, Inc./Highguard)

Highguard adalah hero shooter free-to-play yang langsung menghadapi tantangan besar sejak pengumuman.

Genre ini sudah padat, tetapi Highguard mencoba membedakan diri lewat setting fantasi dan sistem pergerakan berbasis tunggangan. Game ini dikembangkan oleh tim yang memiliki pengalaman di Apex Legends dan Titanfall.

Diluncurkan pada 26 Januari, Highguard menempatkan diri sebagai wildcard di tengah dominasi shooter kompetitif. Struktur hero, fokus PvP, dan format layanan gratis membuatnya bergantung pada respons komunitas di minggu-minggu awal rilis.

Januari menjadi momen krusial untuk melihat apakah pendekatan ini mampu menarik basis pemain yang stabil.

6. Cairn (29 Januari 2026)

cuplikan Cairn (dok. The Game Bakers/Cairn)

Cairn merupakan salah satu game indie yang paling konsisten mencuri perhatian sejak demo awalnya.

Game ini berfokus pada simulasi panjat tebing dengan pendekatan realistis, di mana setiap gerakan dan keputusan memiliki konsekuensi. Tidak ada musuh atau sistem combat konvensional, tetapi tantangan datang dari medan dan fisika.

Dirilis di akhir Januari, Cairn menawarkan pengalaman yang lebih kontemplatif namun tetap menegangkan. Pendekatan desainnya menekankan konsentrasi, perencanaan, dan pemahaman lingkungan.

Di tengah dominasi game aksi cepat, Cairn menempati ruang yang unik dan berpotensi menarik pemain yang mencari tantangan non-konvensional.

7. Code Vein 2 (29 Januari 2026)

cuplikan Code Vein 2 (dok. Bandai Namco Studios Inc./Code Vein 2)

Code Vein 2 menjadi penutup kuat Januari dengan status sebagai action RPG bergaya soulslike.

Dikembangkan oleh Bandai Namco, sekuel ini melanjutkan dunia post-apocalyptic yang dihuni manusia dan revenant. Elemen perjalanan waktu menjadi pembeda utama dari pendahulunya.

Meski Code Vein pertama mendapat respons beragam, sekuel ini tetap dinantikan berkat identitas visual kuat dan pendekatan cerita yang lebih ambisius.

Dengan rilis di penghujung bulan, Code Vein 2 menjadi salah satu game paling diperhatikan menjelang masuknya rilis besar Februari.

Januari 2026 memperlihatkan pola rilis yang padat secara kualitas, meski tidak didominasi judul berskala raksasa. Kombinasi sekuel yang dinanti, game free-to-play baru, hingga proyek indie beridentitas kuat membuat bulan ini relevan bagi berbagai segmen pemain.

FAQ seputar  game yang rilis di Januari 2026

Apakah Januari 2026 termasuk bulan rilis game besar?

Januari 2026 tidak dipenuhi blockbuster, tetapi memiliki banyak rilis penting dan potensial.

Game apa yang paling ditunggu di Januari 2026?

Beberapa yang paling disorot adalah Code Vein 2, Pathologic 3, dan Cairn.

Apakah ada game free-to-play di Januari 2026?

Ya, Highguard dan Arknights: Endfield dirilis sebagai game free-to-play.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team