Safaruddin, kurir yang ditugaskan membagikan undangan pencairan BLT BBM. (IDN Times/Daruwaskita)
Sementara Safaruddin, orang yang dipercaya Kepala Kantor Pos Pandak untuk membagikan surat undangan pencairan BLT BBM ke warga di Gilangharjo, mengatakan dirinya berinisiatif meminta tolong teman satu pengajiannya untuk menyampaikan surat undangan karena dikejar waktu. Padahal, surat undangan yang perlu diantar mencapai 1.800 undangan.
"Namun ternyata dalam perjalanannya muncul informasi adanya undangan pengambilan BLT BBM diselipkan foto calon lurah nomor atau digunakan untuk kampanye," ucap Udin, sapaan Safaruddin.
Siapa pihak yang memberikan undangan pengambilan BLT BBM dengan foto calon lurah, Udin mengaku sama sekali tidak mengetahuinya.
"Saya juga bingung, kok ada undangan pengambilan BLT BBM ada foto calon lurahnya. Saya tidak tahu siapa yang berbuat itu," kilah Udin.
Menurut Udin, pihak Kantor Pos memberikan Rp200 per lembar undangan sebagai kompensasi ongkos mengantarkan undangan pengambilan BLT BBM kepada penerima manfaat.
"Namun kok permasalahannya justru semakin panas, saya tidak akan minta ganti ongkos yang dijanjikan oleh Kantor Pos karena saya gagal bertugas. Saya hanya ingin masyarakat Gilangharjo ayem tentrem saja," tandasnya.