Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Waduh, Lampu Penerangan Proyek Tol di Sleman Kemalingan hingga 8 Kali
Pengerjaan konstruksi Tol Jogja-Solo-YIA Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman segera mencapai kawasan Ring Road Sleman. (Dok. Adhi Karya)
  • Sejumlah lampu, tiang, dan kabel proyek Tol Yogyakarta–Solo di Sleman dilaporkan hilang akibat dugaan pencurian yang sudah terjadi delapan kali di area ring road dan sekitar Trihanggo.
  • Pihak proyek memperkirakan total kerugian mencapai sekitar Rp50 juta karena hilangnya lampu tembak LED, tiang penerangan, serta kabel listrik yang dipotong secara nekat oleh pelaku.
  • Keterbatasan petugas jaga dan belum tersedianya CCTV membuat pengawasan area proyek kurang optimal, sehingga pihak kontraktor meminta dukungan instansi terkait untuk menjaga fasilitas penerangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sleman, IDN Times - Sejumlah lampu penerangan di seputaran area proyek pengerjaan Jalan Tol Yogyakarta-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction, Sleman, DIY dilaporkan telah hilang diduga dicuri. Dugaan aksi pencurian ini bukan yang kali pertama. Bukan cuma lampu, tapi tiang hingga kabel juga dilaporkan raib. Terbatasnya jumlah petugas jaga dan kamera pengawas alias CCTV jadi faktor di balik peristiwa ini.

1. Delapan kali kejadian kehilangan

Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto menuturkan, pihaknya telah beberapa kali menerima laporan kehilangan lampu penerangan akibat dugaan aksi pencurian ini, khususnya di area penggarapan wilayah Kronggahan, Gamping, Sleman.

Lampu tersebut biasanya dipakai untuk menerangi aktivias proyek, sekaligus fasilitas penerangan jalan umum kala malam hari. Kata Agung, terakhir kali pihaknya menerima laporan kehilangan yakni Selasa (17/3/2026) kemarin.

​"Mayoritas (kehilangan) di ring road. Ada dua kali di (area) dalam, tapi yang sering hilang di ring road. Dari delapan kali (total kejadian kehilangan) itu, mungkin enam kali di ring road hilang lampu-lampu itu," tegasnya.

Sebagai informasi, proyek Tol Yogya-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman membentang dari area Trihanggo hingga Tirtoadi. Di seputaran kawasan Trihanggo, proyek tol dibangun elevated atau melayang di tengah jalan ring road.

Dampak dari desain elevated ini, lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di tengah ring road dibongkar demi pembangunan penyangga jalan tol. Penerangan jalan ring road di seputar proyek pun kini bergantung pada lampu-lampu penerangan jalan proyek.

"PJU kan sudah kita ambil yang di tengah (ring road), akhirnya kan itu (lampu) sangat vital untuk penerangan bagi pengguna jalan yang di malam hari," imbuh Agung.

2. Estimasi kerugian Rp50 juta

Pengerjaan konstruksi Tol Jogja-Solo-YIA Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman segera mencapai kawasan Ring Road Sleman. (Dokumentasi Adhi Karya)

Menurut Agung, kejadian kehilangan diduga akibat aksi pencurian ini sudah terjadi sejak sebelum ramadan. Para pelaku pun tergolong nekat karena sampai memotong kabel untuk bisa menggasak lampu penerangan tersebut.

"Kadang langsung dipotong gitu saja kabelnya. Jadi kan itu masih ada aliran listriknya, itu kan sangat membahayakan," ujarnya.

Aksi pencurian juga menyasar sejumlah tiang lampu dan kabel di area proyek. Bahkan di salah satu titik, lampu dan tiangnya hilang menyisakan patok besinya saja. Sementara untuk lampu yang raib berupa lampu tembak LED dan lampu jalan.

"Di Stok girder baru main road lima lampu tembak LED dan satu tiang lampu. Di stok girder lama ramp off satu lampu tembak set plus tiang lampu dan kabel 15 meter, kabel power twist 150-200 meter. Di P5B pulau ramp off accu genset. Di P53/54 depan kantor, tiang kabel dua batang, lampu tembak LED set berupa lampu tembak, tiang lampu dan kabel 15 meter," urai Agung.

Estimasi nilai kerugian akibat peristiwa ini total mencapai kurang lebih Rp50 juta.

3. Minim petugas jaga dan kamera pengawas

Personel jaga malam sejatinya telah disiagakan. Hanya saja, area proyek terlalu luas, sehingga cakupan penjagaan terbatas. Dari kejadian yang sudah-sudah, kejadian kehilangan ini baru diketahui pagi harinya. Sementara opsi memasang CCTV belum bisa ditempuh, karena sudah memasuki masa libur dan diyakini bakal sulit mencari vendor.

"Ya namanya pencuri pasti istilahnya mencari lengahnya penjaga. Jadi terus diambil gitu saja, dipotong kabelnya," kata Agung.

Lebih jauh, Agung pun meminta kepada seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga fasilitas penerangan tersebut. Apalagi sarana penerangan tersebut penting untuk keselamatan pengguna jalan maupun pekerja di area proyek.

Agung turut memohon bantuan kepada instansi terkait untuk ikut menjaga dan mengantisipasi agar kejadian pencurian ini.

Pihak kontraktor belum menempuh jalur hukum dan masih fokus dalam pengamanan arus mudik maupun balik di sekitar area proyek yang bersinggungan langsung dengan jalan ring road.

Editorial Team