Yogyakarta, IDN Times - Santer wacana duet Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Pengamat Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Arya Budi menilai wacana ini dimunculkan untuk menciptakan skenario alternatif dimana hanya ada dua poros dan cek ombak.
Wacana yang pertama kali dimunculkan fungsionalis atau politisi PDIP, tidak lepas karena mereka memahami ada calon terkuat yang sebenarnya bukan Anies yaitu Prabowo Subianto. Hasil beberapa survei menunjukkan angka elektabilitas antara Ganjar dan Prabowo, dengan hasil beda tipis. Sementara gap dengan Anies itu cukup jauh, yaitu rata-rata 10 persen.