Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Viral Ribut Antarpelajar di SPBU Sentul Jogja, Polisi Amankan 2 Siswa
Ilustrasi berkelahi (pexels.com/NEOSiAM 2024+)

Yogyakarta, IDN Times - Aksi ribut-ribut antarpelajar di SPBU Sultan Agung atau Sentul, Pakualaman, Kota Yogyakarta, viral di media sosial sejak Rabu (14/8/2024) kemarin. Polisi pun berhasil mengamankan dua orang pelajar yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.

1. Dua siswa tak saling kenal, diserang rombongan pelajar lain

Kasi Humas Polresta Yogyakarta AKP Sujarwo mengatakan, dua pelajar yang diamankan masing-masing berinisial MS (16) dan RK (16). MS adalah siswa salah satu SMK swasta di Yogyakarta, sementara RK murid salah satu SMA negeri di Yogyakarta. Keduanya telah menjalani interogasi dari petugas.

Menurut Sujarwo, kedua siswa ini tidak saling kenal. Tapi kemudian mereka diserang oleh sekelompok pelajar lain, Rabu kemarin.

"Mereka semula tidak saling mengenal, namun secara tiba-tiba dua anak tersebut dikejar oleh rombongan lain," kata Sujarwo saat dihubungi, Jumat (16/8/2024). 

2. Dikejar tujuh pelajar sampai ke SPBU

Menurut Sujarwo, MS dan RK dikejar oleh sekelompok pelajar saat mereka berada di Jalan Taman Siswa. Pengejaran berlanjut hingga area SPBU Sultan Agung. Hasil identifikasi sementara, ada tujuh orang pelajar yang mengejar MS dan RK. Kata Sujarwo, jajarannya masih menyelidiki identitas tujuh pelajar tersebut. 

"Setelah sampai di SPBU terus yang kelompok tujuh anak pergi meninggalkan SPBU, dan tujuh anak tersebut masih dalam penyelidikan polisi," kata Sujarwo. 

3. Tak ada korban, tapi motor dirusak

Sujarwo memastikan tak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa keributan antarpelajar ini. Akan tetapi, berdasarkan keterangan saksi, kelompok pelajar yang menyerang sempat melakukan perusakan sepeda motor.

"Menurut keterangan saksi saudari berinisial D, bahwa tidak ada korban luka namun terjadi perusakan sepeda motor milik korban," bebernya. "Upaya Polresta Jogja menyikapi kejadian tersebut adalah melakukan penyelidikan siapa saja yang telah melakukan keributan," pungkas Sujarwo.

Editorial Team