Yogyakarta, IDN Times - Memasuki 2026, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mencatatkan posisi teratas dalam produktivitas riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) melalui perolehan Science and Technology Index (SINTA) tertinggi secara nasional. Dalam pemeringkatan nasional, skor SINTA menjadi indikator kinerja yang menilai produktivitas dosen, kualitas jurnal ilmiah, serta kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Berdasarkan data per Jumat (2/1/2026), UIN Sunan Kalijaga membukukan skor SINTA tiga tahun sebesar 450.114, dengan skor keseluruhan mencapai 805.337. Hasil tersebut menempatkan UIN Sunan Kalijaga di peringkat pertama PTKIN nasional, di atas UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berada di posisi kedua dengan skor SINTA 3th 436.563 dan skor overall 699.787. Capaian ini mencerminkan konsistensi institusi dalam mengembangkan ekosistem riset yang terukur dan berkelanjutan.
Capaian awal 2026 ini sekaligus menyempurnakan rekam jejak prestasi UIN Sunan Kalijaga dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, UIN Sunan Kalijaga tercatat menempati peringkat pertama skor SINTA nasional PTKIN, peringkat pertama PTKIN versi EduRank, serta peringkat pertama PTKIN versi Webometrics. Pada tataran internasional, universitas ini juga berada di peringkat 5 Asia bidang Theology/Religious Studies, dan pada akhir November 2025 berhasil menembus QS Asian University Rankings dengan menempati peringkat ke-2 PTKIN.
Rangkaian capaian tersebut menunjukkan bahwa penguatan riset di UIN Sunan Kalijaga tidak berjalan secara insidental, melainkan merupakan bagian dari strategi jangka panjang menuju universitas unggul yang berdaya saing global. Awal 2026 menjadi penanda penting bahwa transformasi akademik UIN Sunan Kalijaga terus bergerak mengukir nama lebih gemilang di kancah internasional.
