Comscore Tracker

Abaikan Protokol COVID-19, Sultan Ancam Tutup Malioboro  

Sultan melihat langsung kerumunan warga

Yogyakarta, IDN Times - Beberapa hari terakhir di sejumlah titik di Kota Yogyakarta mulai nampak nampak kerumunan masyarakat. Lokasi yang mulai dipadati warga mulai dari kawasan Tugu Pal Putih, Nol Kilometer, hingga Malioboro.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menyatakan akan bersikap tegas jika didapati pelanggaran protokol pencegahan penularan COVID-19 pada kerumunan tersebut.

 

 

1. Sultan melihat langsung kerumunan warga

Abaikan Protokol COVID-19, Sultan Ancam Tutup Malioboro  DPRD DIY di Jalan Malioboro Yogyakarta. IDN Times/Febriana Sinta

Ketika diminta tanggapannya soal fenomena masyarakat yang berkerumun di tengah masa tanggap darurat COVID-19, Sultan malah mengaku menyaksikan sendiri peristiwanya pada Sabtu (6/6) malam.

"Saya juga keluar keliling lewat Malioboro. Saya mengatakan, kalau di Malioboro mereka nongkrong sambil duduk ya ora nganggo (tidak mengenakan) masker," aku Ngarso Dalem di DPRD DIY, Senin (8/6).

Baca Juga: Belum Dibuka, Wisatawan Datangi Pantai Parangtritis dan Depok

2. Bakal tertibkan hingga ancam tutup lokasi

Abaikan Protokol COVID-19, Sultan Ancam Tutup Malioboro  IDN Times/Tunggul Damarjati

Sultan merasa prihatin dengan warga yang abai akan protokol kesehatan tersebut. Untuk itu, dia bakal menertibkan lokasi kerumunan jika masyarakat kedapatan menanggalkan masker atau mengesampingkan anjuran physical distancing.

"Iya (dibubarkan). Saya akan menempuh itu karena risiko rerlalu besar," ujar Ngarso Dalem menegaskan.

Dikatakan Sultan, pihaknya hanya berupaya menghindari risiko terburuk berupa penularan virus SARS-CoV-2. Apalagi, proses penelusuran menjadi tidak mudah saat di dalam kerumunan itu ternyata melibatkan orang dari luar daerah.

"Saya minta Pak Sekda sama Pak Heroe (Ketua Gugus Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta) untuk koordinasi. Apa yang bisa kami bantu untuk menertibkan mereka yang tidak pakai masker," katanya.

Sultan juga mengingatkan kepada pedagang kaki lima (PKL) di area Malioboro yang sudah mulai membuka kembali lapaknya diminta kesadarannya menyediakan fasilitas cuci tangan, lantaran tak sedikit lapak yang jadi pusat kerumunan warga.

"Jangan sampai saya close ya itu, sehingga nanti jika terjadi COVID (gelombang) kedua harus kita hindari. Jadi saya minta kesadaran mereka yang ada di malioboro. Betul-betul kaki lima yang buka maupun toko yang buka harus menyediakam untuk cuci tangan maupun harus pakai masker," tandasnya.

3. Turunkan Satpol PP

Abaikan Protokol COVID-19, Sultan Ancam Tutup Malioboro  Pendisiplinan masyarakat yang dilakukan Satpol PP di kawasan Malioboro. IInstagram/ Satpol PP DIY

Menyikapi arahan Ngarso Dalem, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menyatakan Pemda DIY siap menerjunkan personel Satpol PP untuk penjagaan di titik-titik yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

"Untuk mengingatkan mereka supaya patuh untuk menggunakan masker, menjaga jarak dan menggunakan hand sanitizer," imbuh Aji.

Baca Juga: Pedagang Kaki Lima di Malioboro Sudah Mulai Buka Lapak

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya