Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wisatawan berswafoto di ikon Pantai Parangtritis.(IDN Times/Daruwaskita)
Wisatawan berswafoto di ikon Pantai Parangtritis.(IDN Times/Daruwaskita)

Intinya sih...

  • Sebanyak ‎1.300 wisatawan pilih padusan di Pantai Parangtritis

  • Tradisi padusan diperkirakan berlangsung dua kali, yakni Selasa (17/2/2026) dan Rabu (18/2/2026). Perbedaan awal puasa menjadi alasannya.

  • Air Pantai Depok keruh, wisatawan padusan di kolam renang

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bantul, IDN Times - Ribuan wisatawan hari ini, Selasa (17/2/2026) datang ke Pantai Parangtritis untuk melaksanakan tradisi padusan atau menyucikan diri menjelang Ramadan.

‎Dari pantauan IDN Times di Pantai Parangtritis, ribuan wisatawan bermain air, pasir hingga mandi di laut. Sementara petugas SAR tampak berjaga di bibir pantai untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

1. Sebanyak ‎1.300 wisatawan pilih padusan di Pantai Parangtritis

Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Parangtritis, Rohmad Ridwan. (IDN Times/Daruwaskita)

Koordinator TPR Pantai Parangtritis, Rohmad Ridwan mengatakan, hingga pukul 10.00 WIB sekitar 1.300 wisatawan berkunjung ke Pantai Parangtritis untuk melaksanakan tradisi padusan. Diperkirakan kedatangan wisatawan akan terjadi hingga sore hari.

"Sebagian wisatawan merupakan wisatawan lokal dari Jogja, ada juga dari sekitar Jawa Tengah bagian selatan, seperti Klaten, Magelang hingga Boyolali," ucapnya.

2. ‎Tradisi padusan diperkirakan berlangsung dua kali

wisatawan melaksanakan tradisi padusan di Pantai Parangtritis. (IDN Times/Daruwaskita)

Rohmad memperkirakan tradisi padusan akan berlangsung dua kali, yakni Selasa (17/2/2026) dan Rabu (18/2/2026). Perbedaan awal puasa menjadi alasannya.

‎"Kita berharap jika mandi di laut, tetap mengikuti imbauan dari petugas SAR yang berjaga sehingga hal yang tidak diinginkan tidak terjadi," ucapnya.

3. Air Pantai Depok keruh, wisatawan padusan di kolam renang

Air laut Pantai Depok keruh dan sepanjang pantai dipenuhi sampah. (IDN Times/Daruwaskita)

Namun di Pasar Depok, tidak terlalu banyak wisatawan datang. Air keruh pantai menjadi penyebabnya. Ketua Koperasi Wisata Mina Bahari 45, Pantai Depok, Sutarlan mengatakan, sejak pagi hari wisatawan mulai datang ke Pantai Depok, tapi tidak banyak yang bermain di laut.

"Kondisi laut tampak keruh dan banyak sampah dari sungai yang tersapu ombak ke bibir pantai sehingga pantai tampak kotor. Air laut tampak keruh, berwarna cokelat akibat air dari sungai yang masuk ke laut, sehingga air laut tampak keruh," ujarnya.

Wisatawan akhirnya memilih padusan di kolam renang yang ada di Pantai Depok ‎"Ya sekarang kondisi kolam renang di Pantai Depok cukup ramai, terutama anak-anak dan remaja yang mandi dan padusan," ungkapnya.‎

Editorial Team