Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tradisi Padasan, Cara Unik PHBS Ala Nenek Moyang
Salah satu warga Dusun Jodog, mencuci tangan pada padasan usai berpergian. IDN Times/Daruwaskita

Bantul, IDN Times - ‎Pemerintah menggencarkan gerakan 3M untuk mencegah penularan COVID-19. Yakni, sering mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir usai melakukan kegiatan menjaga jarak dan menggunakan masker. 

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam rangka mencegah penularan COVID-19 ternyata sudah dilakukan oleh nenek moyang kita. Dulu, air bersih disiapkan dalam tempayan atau padasan di depan rumah untuk cuci tangan, kaki dan membersihkan muka usai bepergian.

1. Tradisi mencuci tangan, kaki dan wajah pada padasan mencoba dihidupkan kembali‎

Replika padasan raksasa di Dusun Jodog yang bisa digunakan untuk cuci tangan. IDN Times/Daruwaskita

Tradisi yang adiluhung dan nyaris punah ini coba dihidupkan kembali oleh warga di Dusun Jodog, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul dengan program gentongisasi atau padasan yang dipasang di setiap depan rumah warga di Dusun Jodog.

"Tradisi pola hidup bersih dan sehat warisan dari nenek moyang kita coba hidupkan kembali kepada warga di Dusun Jodog dan keberadaan padasan ini sesuai dengan anjuran pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan, salah satunya mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir," kata Kepala Dusun Jodog, Bayu Yunarto, Selasa (6/10/2020).

2. Saat ini baru ada 154 padasan yang dipasang di depan rumah warga‎

Warga mencuci tangan pada padasan yang dipasang di depan rumah. IDN Times/Daruwaskita

Bayu menjelaskan, pada awalnya padasan hanya diberikan kepada 154 dari 500-an rumah yang ada di Dusun Jodog. Warga yang belum mendapatkan padasan diharapkan bisa membeli sendiri padasan yang relatif mudah didapat dan harganya terjangkau.

"Untuk tahap awal, padasanisasi atau gentongisasi ini baru diberikan kepada warga yang rumah berada didepan jalan protokol desa dan tersebar di enam RT yang ada di Dusun Jodog," ucapnya.

Selain membagikan 154 gentong atau padasan kepada warga, pihaknya juga membuat replika gentong atau padasan yang berukuran cukup besar sebagai simbol semangat warga Dusun Jodog untuk menghidupkan PHBS warisan nenek moyang dan juga menyosialisasikan protokol kesehatan dalam masa pandemik kepada warga Dusun Jodog.

"Ya harapannya dari Dusun Jodog ini nantinya bisa ditiru oleh warga di dusun lain di Kabupaten Bantul," katanya.

3. PHBS ala nenek moyang sejalan dengan protokol kesehatan COVID-19

Lurah Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Pardiyana. (IDN Times/Daruwaskita)

Sementara Lurah Desa Gilangharjo, Pardiyana, mengaku tradisi nenek moyang menempatkan padasan di halaman rumah serta adanya sumur serta kamar mandi di depan rumah merupakan tradisi pola hidup sehat warisan nenek moyang.

"Kalau orang dulu, bepergian itu kan tanpa menggunakan sandal, nah ketika pulang ke rumah maka mencuci tangan, kaki dan wajah agar bersih dan bebas dari virus sebelum masuk rumah,"ucapnya.

Warisan tradisi nenek moyang ini masih sangat relevan diterapkan oleh masyarakat apalagi saat ini dalam kondisi pandemik dan masyarakat dituntut untuk menerapkan protokol kesehatan terutama mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir.

"Kita itu memiliki warisan budaya yang sangat bagus dari nenek moyang, kenapa tidak kita lestarikan. Apalagi saat ini dalam masa pandemi, masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan," ungkapnya.‎

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M : Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan IDN Times.

Editorial Team