Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tol Ruas Prambanan-Purwomartani Dibuka Fungsional , Hanya ke Luar DIY
Ruas jalan tol Solo–Yogyakarta segmen Klaten–Prambanan. (Dok. Pemprov Jateng)
  • Ruas tol Yogyakarta–Solo segmen Prambanan–Purwomartani akan dibuka fungsional 16–29 Maret 2026 pukul 06.00–18.00 WIB untuk mendukung arus mudik Idul Fitri.
  • Penggunaan tol hanya untuk kendaraan keluar DIY menuju Klaten dan Solo, dengan rekayasa lalu lintas di Jalan Jogja–Solo agar arus tetap lancar.
  • Kepolisian memetakan jalur mudik rawan bencana seperti longsor dan pohon tumbang di beberapa wilayah DIY guna meningkatkan kewaspadaan pemudik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times - Jalur tol Yogyakarta-Solo ruas Prambanan-Purwomartani akan beroperasi secara fungsional selama dua pekan untuk mendukung kelancaran mudik Idul Fitri tahun ini. Segmen ini sesuai rencana akan dibuka 16 hingga 29 Maret 2026 mendatang.

"Waktu fungsional Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Purwomartani dari pukul 06.00-18.00 WIB," kata Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Arie Prasetya Syafa'at, Kamis (5/3/2026).

1. Khusus buat yang keluar DIY

Dijelaskan Arie, mekanisme Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Purwomartani ini juga berbeda dibanding pengoperasiannya secara fungsional di momen-momen angkutan sebelumnya.

"Jalur hanya akan digunakan untuk masuk atau entrance ke GT Purwomartani, keluar wilayah DIY. Jadi, dari Jogja menuju Klaten, Solo, dan seterusnya," terang Arie.

2. Pengaturan dan rekayasa lalin di sepanjang Jalan Jogja-Solo

Jalan Tol Solo-Yogya Ruas Klaten-Prambanan. (Dok. PT JMJ)

Kendaraan yang masuk akan diatur berdasarkan parameter tertentu. Mengingat jarak dari Jalan Arteri Jogja-Solo menuju Gerbang Tol (GT) Purwomartani sekitar 586 meter, diperlukan langkah antisipasi apabila antrean kendaraan sudah mencapai jalan arteri tersebut.

Oleh karena itu, kata Arie, sejumlah rekayasa lalu lintas akan disiapkan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan di kawasan tersebut.

Rekayasa lalu lintas di Jalan Yogya-Solo akan diberlakukan sebagai dampak dari pengoperasian fungsional Tol Yogya-Solo. Dalam pelaksanaannya, kepolisian berkoordinasi dengan berbagai stakeholder untuk melakukan beberapa langkah pengaturan, antara lain buka-tutup Ramp On Purwomartani, pengalihan arus kendaraan, penarikan arus, serta manajemen lalu lintas.

Manajemen lalu lintas juga akan dilakukan melalui pengaturan APILL di Simpang Tiga Raden Ronggo dan Simpang Lima Kalasan (Proliman). Selain itu, akan dilakukan penutupan sejumlah titik putar balik (U-Turn) di sepanjang Jalan Yogya-Solo guna memperlancar arus kendaraan.

Dari total 12 U-Turn yang ada, hanya tiga titik yang akan tetap dibuka, yaitu AAU, Telkom, dan Sendang Ayu. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran lalu lintas serta mengurangi potensi kemacetan di sekitar akses menuju GT Purwomartani.

3. Petakan jalur mudik rawan kena bencana

Terkait kondisi cuaca ekstrem di wilayah DIY, kepolisian telah melakukan pemetaan terhadap jalur-jalur mudik yang berpotensi mengalami gangguan, khususnya yang rawan terjadi tanah longsor maupun pohon tumbang.

Pemetaan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi guna meningkatkan kewaspadaan serta meminimalkan risiko bagi para pemudik yang melintas di wilayah tersebut.

Untuk titik rawan longsor, di wilayah Polres Kulon Progo terdapat beberapa ruas jalan yang perlu diwaspadai, yaitu Jalan Dekso-Samigaluh, Jalan Pengasih-Sermo, Jalan Wates-Kokap, serta Jalan Temon-Kokap.

Sementara itu di wilayah Polres Gunungkidul, titik rawan longsor berada di Jalan Wedi-Wonosari (Gedangsari), Jalan Semanu-Pracimantoro, serta Jalan Wonosari-Yogyakarta di kawasan Kepil dan Putat.

Selain potensi longsor, terdapat pula beberapa jalur yang rawan pohon tumbang, khususnya di wilayah Polres Bantul. Titik-titik tersebut antara lain berada di Jalan Ringroad Selatan kawasan Singosaren, Banguntapan, serta di Jalan Imogiri Barat tepatnya di Simpang Empat Wojo.

Editorial Team