Bantul, IDN Times - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Pantai Baru, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul pada Jumat (2/1/2026).
Kedatangan Menteri KKP dan rombongan disambut Bupati Bantul, yang dilanjutkan peninjauan sejumlah bangunan Kampung Nelayan Merah Putih, serta menyapa ratusan nelayan di pesisir pantai selatan Bantul.
"Ya ini nanti ada bantuan beras nanti bapak-bapak nelayan bisa bawa pulang dan amplop berisi uang. Ya untuk ganti tidak melaut hari ini," kata Sakti Wahyu Trenggono disambut tepuk tangan meriah oleh ratusan nelayan.
Tinjau Kampung Nelayan di Bantul, Menteri KKP Minta Bangunan Diperbaiki

Intinya sih...
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih harus selesai bulan Januari 2026
Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi akan meningkatkan produktivitas nelayan
Potensi ikan laut di Bantul melimpah
1. Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih harus selesai bulan Januari 2026
Sebelum meninggalkan Kampung Nelayan Merah Putih menuju lokasi kunker lainnya di Semarang, Jawa Tengah, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, kedatangannya untuk melihat progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sebab pada bulan Januari 2026 seluruh pembangunan harus selesai.
"Sebelumnya saya juga sudah melihat progres pembangunan Kampung Merah Putih di Cirebon, Pati, Tuban, Purworejo dan hari ini di Bantul. Saya ingin lihat bagaimana progres pembangunannya sebab pada bulan Januari ini harus selesai," katanya.
2. Kampung Nelayan Merah Putih Putih beroperasi akan meningkatkan produktivitas nelayan
Kampung Nelayan Merah Putih di Bantul selesai dibangun pada Januari 2026, akan menjadi model Kampung Nelayan Merah Putih yang dibangun 18 bulan silam di Biak. "Produktivitas meningkat hingga 121 persen nilai tukar nelayan juga meningkat signifikan," ujarnya.
Pihaknya berharap jika Kampung Nelayan Merah Putih sudah jadi dan beroperasi, akan membantu Pemkab Bantul dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.
"Di Kampung Nelayan Merah Putih ini ada berbagai fasilitas yang bisa diakses nelayan seperti tempat perbaikan kapal, ada tempat toko untuk penjualan peralatan tangkap ikan, ada tempat kuliner hingga tempat cold storage untuk menyimpan hasil tangkapan nelayan," ujarnya.
"Tapi tadi saya minta ada beberapa bangunan yang perlu diperbaiki dan saya sudah minta untuk diperbaiki oleh pihak yang membangun Kampung Nelayan Merah Putih di Bantul ini," tuturnya.
3. Potensi ikan laut di Bantul melimpah
Sementara Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan, Kampung Nelayan Merah Putih mengintegrasikan segala kebutuhan nelayan mulai dari docking kapal, bengkel kapal hingga ada cold storage yang belum pernah ada di Bantul.
"Oleh karenanya ekosistem nelayan bisa lebih bergerak karena adanya berbagai fasilitas yang dibutuhkan oleh nelayan," katanya.
Tradisi melaut di Bantul ini belum lama berlangsung dibandingkan tradisi melaut nelayan di Pantai Utara Pulau Jawa. "Dengan jumlah nelayan yang semakin banyak serta fasilitas yang lengkap maka potensi ikan di laut selatan yang sangat besar ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh nelayan dari Bantul," ungkapnya.