Rimawan meyakini situasi di Timur Tengah membuat kondisi ekonomi global yang sedang dalam kontraksi akan menjadi lebih sulit. Dari sudut pandang sebuah negara yang masih suboptimal atau pendapatannya belum mencapai potensi maksimal, perlu ada tindakan untuk mengencangkan ikat pinggang.
"Pemerintah perlu mengevaluasi berbagai kebijakan yang selama ini mungkin terlalu costly," kata Rimawan saat ditemui di Balairung, UGM, Sleman, DIY, Senin (2/3/2026).
Dia berpendapat, sekarang ini bukan waktunya bagi rezim untuk menunaikan janji politik lantaran situasi yang berbeda imbas perang. Pemerintah sudah semestinya membuat kebijakan dan merealokasi anggaran dengan lebih baik. Terlebih, Rimawan melihat selama ini ada misalokasi anggaran pemerintah.
"Kita sudah lupakan itu agenda janji politik di masa lalu, seharusnya diganti karena situasinya sudah berbeda sekarang. Dengan perang sekarang itu sudah berbeda," tegas Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM itu.
Secara fiskal, lanjut Rimawan, penerimaan negara juga tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah di sisi lain juga harus memikirkan kewajiban pengeluarannya.
"Semua orang akan paham ya kalau misalkan pemerintah menghentikan beberapa kebijakan yang selama ini mungkin membutuhkan dana yang demikian besar. Mungkin perlu dievaluasi lagi untuk melihat apakah kita akan mengerem untuk kemudian mengalokasikan dengan cara yang lebih baik," imbuhnya.