Sleman, IDN Times - Tim peneliti Universitas Gadjah Mada membuat Geoportal Informasi Dasar Kebencanaan berbasis data spasial untuk membantu proses penanganan bencana alam yang terjadi di Pulau Sumatra.
Peta informasi bencana ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan mendesak akan data spasial berupa needs map, peta area terdampak, dan rapid damage assessment map pada fase tanggap darurat.
Dekan Fakultas Geografi UGM, Prof. Muhammad Kamal menegaskan, pembuatan peta ini lahir dari persoalan klasik dalam manajemen bencana, yaitu ketimpangan distribusi bantuan. “Dalam banyak kejadian bencana, bantuan sering tidak merata karena tidak didukung data spasial yang akurat. Kami ingin mengubah pola tersebut dari berbasis asumsi menjadi berbasis data”, ujar Kamal, Sabtudikutop laman resmi UGM, Senin (5/1/2026).
Menurut Kamal, Tim Geoportal Informasi Dasar Kebencanaan merupakan gabungan relawan dari Fakultas Geografi, Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik, serta Program Studi Sistem Informasi Geografis Sekolah Vokasi. Terdapat enam luaran peta yang dihasilkan, yakni peta status fasilitas kesehatan dan shelter, peta permukiman terdampak, peta kebutuhan, peta area terdampak banjir, peta perbandingan before-after kejadian banjir, dan peta aksesibilitas jaringan jalan.
