Wahyu menambahkan fenomena munculnya sinkhole tersebut juga dipengaruhi dengan 8 persen daratan di Indonesia terdiri dari kawasan karst. Akibatnya, kata Wahyu, sering terjadi runtuhan permukaan tanah yang berbentuk lubang akibat faktor alam maupun dampak aktivitas manusia.
Ia menyampaikan terdapat beberapa tanda-tanda terjadinya sinkhole agar dapat melakukan mitigasi lebih cepat.
Pertama, kata Wahyu, munculnya retakan di permukaan tanah atau batuan dengan pola membulat, setengah, dan seperempat. Kedua, permukaan tanah atau batuan turun dibandingkan dengan lokasi sekitarnya. Keadaan ini lebih mudah terlihat apabila terjadi hujan, air hujan akan terkumpul dalam satu tempat. Ketiga, banyak muncul lubang-lubang kecil yang dapat membesar. “Apabila teridentifikasi tanda-tanda tersebut sebaiknya masyarakat segera melapor pada pihak berwajib dan tidak mendekatinya,” jelasnya.