Gunungkidul, IDN Times - Sebanyak 54 ribu peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN BPJS Kesehatan di Kabupaten Gunungkidul dinonaktifkan kepesertaannya oleh pemerintah pusat sejak awal tahun 2026. Akibatnya, setiap hari banyak warga berstatus peserta nonaktif melakukan reaktivasi kepesertaan untuk pelayanan kesehatan rutin seperti cuci darah.
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Gunungkidul, Suyono, mengatakan setiap hari ada sekitar 500-an warga yang kepesertaan BPJS PBI dari APBN yang melakukan reaktivasi.
"Sejak kemarin Senin (9/2/2026), ratusan warga yang PBJS PBI dari APBN melakukan aktivasi kembali," katanya, Selasa (10/2/2026).
