ilustrasi pelayanan poli psikologi di Puskesmas (puskesmas.bantulkab.go.id)
Agus Budi menjelaskan, program Seroja dengan pengembangan obat tradisional komplemen (pelayanan kesehatan tradisional) atau pelengkap dalam pengobatan medis sudah berjalan sejak tahun 2020 yang lalu. Puskesmas yang menerapkan obat tradisional untuk pelengkap pengobatan medis juga terus berkembang.
"Saat ini sudah ada 12 Puskesmas yang menerapkan obat tradisional sebagai pelengkap pengobatan medis, di antaranya Puskesmas Sedayu I, Puskesmas Kasihan II, Puskesmas Banguntapan II, Puskesmas Piyungan, Puskesmas Jetis II, Puskesmas Srandakan, Puskesmas Dlingo II, Puskesmas Imogiri I dan II," ujarnya.
"Ditambah tahun ini yakni Puskesmas Sewon I, Puskesmas Sanden dan Puskesmas Pleret," imbuh dia.
Penentuan pengobatan tradisional, lanjut dia, juga tidak sembarangan melainkan berdasarkan analisis dan diagnosis dokter. Demikian pula dokter sudah lulus uji kompetensi dari RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
"Jadi dokter akan melakukan diagnosis, kemudian menawarkan pengobatan terapi, ada konvensional atau komplemen tradisional. Kalau berkenan dengan herbal maka dokter akan memberi resep," ungkapnya.